media-cibubur.com – Desa Tangguh Bencana (Destana) Wanaherang kembali menunjukkan aksinya dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Kali ini, aksi dilakukan setelah menerima aduan dari warga RW 021 terkait genangan air akibat penyumbatan aliran kali Cikuda pasca hujan deras beberapa hari lalu.

Menurut Yudi Sukma Mulyadi, Ketua Destana Desa Wanaherang, penyumbatan terjadi akibat tumpukan sampah di aliran kali.
Sampah berupa potongan pohon pisang, potongan bambu dan kayu, hingga sampah rumah tangga seperti plastik minuman dan lainnya.
“Kami turun langsung dan temukan sampah yang menghambat aliran air. Kemungkinan beratnya mencapai 1 ton,” ujarnya saat ditemui di lokasi kegiatan.
Kali Cikuda yang bermuara ke Sungai Cileungsi saat ini muncul bangunan-bangunan baru. Selain itu masih rendahnya kesadaran sebagian warga di sisi kali, Cikuda dan Wanaherang yang membuang sampah sembarangan turut memperburuk kondisi lingkungan.

Laporan warga terkait kebutuhan solusi jangka panjang untuk mencegah banjir telah dilayangkan ke pihak desa.
Namun sampai saat ini belum mendapatkan tanggapan positif, sehingga masalah ini terus berulang dari waktu ke waktu.
Program Jumat Bersih Bersih: Upaya Rutin Jaga Lingkungan
Yudi juga menjelaskan sebagai langkah pencegahan berkelanjutan, Destana Wanaherang kini menginisiasi program Jumat Bersih Bersih.
Kegiatan ini diadakan setiap hari Jumat, menyasar pembersihan area sekitar kantor desa hingga jalan-jalan protokol. Program ini terinspirasi dari gerakan Bulan Bakti Gotong Royong yang dicanangkan oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto.
Ajak Warga Peduli dan Tidak Merusak Alam
Menutup kegiatan hari itu, Yudi menyampaikan pesan penting kepada seluruh warga. “Jika kita berbuat baik pada alam, maka alam pun akan baik pada kita. Sayangnya, masih banyak yang kurang peduli, dan inilah yang membuat bencana terus datang.”
Aksi Destana Wanaherang hari ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara masyarakat dan pemerintah desa sangat penting untuk mencegah bencana lingkungan.


Leave a Comment