media-cibubur.com – Libur panjang telah berakhir, kini saatnya kembali ke rutinitas belajar. Hari ini, Senin (14/7), menjadi hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru 2025/2026 di berbagai wilayah, termasuk di SDN Nagrak 1 dan SDN Nagrak 05, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Sejak pagi, antusiasme terlihat dari wajah-wajah ceria para murid, terutama murid baru yang datang ditemani oleh orang tua mereka. Kegiatan pembelajaran hari pertama diawali dengan upacara, sekaligus pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
MPLS menjadi momen penting untuk memperkenalkan lingkungan sekolah, aturan-aturan baru, dan budaya belajar kepada para siswa, terutama yang baru bergabung di kelas 1.

Perubahan Jam Masuk dan Sistem Belajar Baru
Kepala SDN Nagrak 1, Bapak Acep, S.Pd, mengungkapkan bahwa tahun ajaran kali ini diwarnai dengan beberapa kebijakan baru. Sesuai arahan dari Gubernur Jawa Barat “KDM” dan surat edaran Bupati Bogor, jam masuk sekolah mengalami perubahan.
โDulu siswa masuk pukul 07.30 WIB, sekarang dimajukan menjadi pukul 07.00 WIB,โ ujarnya. Perubahan ini menyesuaikan dengan kondisi geografis Kabupaten Bogor yang luas dan kepadatan penduduk yang tinggi.

Selain itu, sistem pembelajaran juga mengalami perubahan, dari semula 6 hari sekolah menjadi 5 hari, yakni dari Senin hingga Jumat.
Jumlah Murid Baru dan Tantangan Sekolah
Pada tahun ini, SDN Nagrak 1 menerima 41 murid baru dengan dukungan 17 tenaga pengajar. Sayangnya, jumlah guru dinilai masih belum memadai untuk menyesuaikan beban mengajar dan program kurikulum merdeka yang sudah diterapkan sejak 2023.
โKami juga menghadapi tantangan fasilitas, terutama lapangan sekolah yang perlu segera diperbaiki, dan juga kebijakan kebijakan baru dari kementrianโ tambah Acep. Meskipun demikian, para guru menyatakan kesiapannya untuk menyesuaikan dengan berbagai perubahan kebijakan dan kurikulum yang terus berkembang.
Kurikulum Merdeka yang diterapkan sejak dua tahun terakhir memberikan warna baru dalam sistem pendidikan. Salah satu keunggulannya adalah pengenalan bahasa Inggris sejak kelas 1 SD, sebagai bentuk penguatan kompetensi dasar anak.
Pantauan Lalu Lintas dan Respons Warga
Meski jam masuk dimajukan, berdasarkan pantauan di lapangan dan di media sosial, kemacetan masih menjadi keluhan utama para orang tua dan pengendara, khususnya di wilayah Cibubur dan Bekasi.

Kemacetan ini menunjukkan bahwa dampak kebijakan perubahan jam masuk belum terlalu terasa pada hari pertama sekolah.
Selain kemacetan, banyak orang tua juga masih dihadapkan pada tantangan sulitnya memperoleh sekolah negeri yang sesuai. Apalagi tahun ini sistem zonasi diganti menjadi domisili. Isu ini kerap muncul setiap tahun ajaran baru, terutama di wilayah padat penduduk seperti Cibubur dan Gunung Putri.
Harapan untuk Pendidikan ke Depan
Para orang tua berharap agar sistem pendidikan Indonesia lebih konsisten. Salah satu harapan utamanya adalah agar kurikulum tidak mudah berubah setiap kali berganti Menteri Pendidikan, karena hal ini kerap menyulitkan guru, murid, dan orang tua. Pemerataan kualitas pendidikan dan kemudahan dalam mendapatkan akses ke sekolah negeri juga menjadi perhatian penting bagi masyarakat.


Leave a Comment