media – cibubur.com – Dalam beberapa minggu terakhir, Indonesia kembali diguncang gempa di sejumlah wilayah, bahkan salah satunya terjadi di Bekasi yang notabene bersebelahan dengan Cibubur.
Guncangan terjadi mulai dari Poso di Sulawesi Tengah, Bekasi di Jawa Barat, hingga gempa ringan di Bandung Barat. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana gempa bumi yang bisa terjadi kapan saja.
1. Poso, Sulawesi Tengah (17 Agustus 2025)
Pada Minggu pagi, 17 Agustus 2025, gempa berkekuatan 5,8β6,0 magnitudo mengguncang laut di barat laut Poso, Sulawesi Tengah. Getaran ini memicu belasan hingga puluhan gempa susulan, beberapa di antaranya mencapai magnitudo 3,2.

Akibatnya, ratusan bangunan mengalami kerusakan, termasuk sebuah gereja roboh. Korban luka dilaporkan mencapai 44 orang, sementara dua orang meninggal dunia.
BMKG menyebut gempa ini berasal dari aktivitas sesar dan bersifat dangkal, sehingga guncangannya terasa kuat di permukaan. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan..
2. Bandung Barat, Jawa Barat (20 Agustus 2025, Siang)
Tepat 20 Agustus sekitar pukul 12.28 WIBβterjadi gempa magnitudo 1,7 di Bandung Barat. Episenternya berada di darat, sekitar 3 km barat laut Bandung Barat, dengan kedalaman sekitar 10 km.

BMKG menyebut gempa ini akibat aktivitas Sesar Lembang, dan termasuk gempa ringan (intensitas II MMI), yang dirasakan sebagian kecil masyarakat tanpa menimbulkan kerusakan.
Sesar Lembang memiliki panjang 29 km membentang dari Padalarang hingga Jatinangor. BMKG terus memantau sesar ini karena statusnya yang aktif dan potensinya terhadap gempa lebih besar di masa mendatang.
3. Bekasi, Jawa Barat (20β21 Agustus 2025)
Pada Rabu malam, 20 Agustus sekitar pukul 19.54 WIB, gempa dengan magnitudo sekitar 4,9 mengguncang Kabupaten Bekasi dan sekitarnya, termasuk Jakarta.

BMKG menyatakan pusat gempa di darat, sekitar 19 km tenggara Bekasi, dengan kedalaman 10 kmβgolongan gempa dangkal yang dipicu oleh sesar naik di busur belakang Jawa Barat
Getarannya cukup kuatβterasa di intensitas MMI IIIβIV di Bekasi (getaran nyata dalam rumah, gerabah pecah, pintu berderik), serta MMI IIβIII di Bandung, Tangerang, Depok, hingga Lebak.
Bahkan di Cibubur sangat terasa walaupun dalam durasi yang tidak lama. Lantai yang dipijak terasa bergoyang keras.
Walau menimbulkan kepanikan dan membuat sebagian warga keluar rumah, kerusakan fisik relatif minim: dilaporkan satu mushola roboh dan puluhan rumah retak atau rusak ringan. Tercatat gempa ini tidak menimbulkan korban jiwa.
Tambahan, BMKG mencatat hingga 13 gempa susulan di wilayah Jawa Barat, dengan magnitudo berkisar dari 1,7 hingga 3,9βtepat di malam itu dan beberapa jam setelahnya, memicu imbauan warga untuk tetap tenang dan waspada.
Fenomena & Rekomendasi BMKG
- Gempa dangkal sering menimbulkan getaran kuat meski magnitudonya sedang.
- Aktivitas sesar seperti Sesar Lembang dan busur belakang Jawa Barat menjadi sumber utama.
- BMKG mengimbau:
- Masyarakat tetap tenang dan jangan mudah terprovokasi oleh informasi tidak valid.
- Periksa kondisi bangunan, pastikan struktur rumah tahan gempa.
- Membangun kewaspadaan dan mitigasi lokal sangat pentingβkhususnya di wilayah rawan seperti Bandung, Bekasi, dan Poso.
Indonesia baru saja melewati periode gempa yang terasa di beberapa wilayahβdengan intensitas dan dampak yang bervariasi.
Dari gempa kuat di Poso yang memicu kerusakan fatal, hingga guncangan di Bekasi yang sempat membuat warga panik, serta getaran ringan di Bandung Barat.
Meski tidak semuanya berdampak besar, fenomena ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan berkelanjutan, terutama pada bangunan di zona sesar aktif dan dalam menghadapi potensi gempa susulan.
Tingkatkan mitigasi, ikuti informasi resmi dari BMKG, dan tetap waspadaβkarena bumi tetap bergerak, atau mungkin ini terguran dari Yang Maha Kuasa atas perilaku umat Nya saat ini?


Leave a Comment