media-cibubur.com – Musim hujan telah tiba. Di sejumlah wilayah, termasuk Cibubur, hujan turun bahkan dengan intensitas tinggi dan kadang disertai genangan air.

Kondisi ini menjadi saat paling rawan bagi berkembangnya nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus penyebab demam berdarah dengue (DBD).
DBD bukan sekadar penyakit musiman. Kasusnya sering melonjak tajam ketika curah hujan meningkat dan air menggenang di sekitar rumah.

Biasanya, penderita DBD mengalami demam tinggi mendadak, nyeri otot dan sendi, sakit kepala, mual, hingga muncul bintik merah di kulit. Jika tidak segera ditangani, penyakit ini bisa menyebabkan turunnya trombosit, pendarahan, dan berujung fatal.
Lonjakan Kasus dan Peringatan dari BPJS Kesehatan
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prof. Ali Ghufron Mukti, MSc, PhD, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman DBD yang cenderung meningkat saat musim hujan.
βMenurut data BPJS, ada lebih dari 166 ribu peserta BPJS Kesehatan yang terkena demam berdarah dengue, dan 59 persen di antaranya berusia di bawah 20 tahun. Ini angka yang besar, sehingga semua pihak seharusnya bergerak bersama untuk mengatasi demam berdarah dengue,β ujar Ali Ghufron dalam acara di Jakarta, Minggu (2/11/2025).
Ia juga menekankan bahwa beban biaya perawatan pasien DBD cukup tinggi dan terus meningkat setiap tahun, menjadi pengingat bahwa pencegahan jauh lebih murah dan efektif dibanding pengobatan.

Risiko di Cibubur dan Sekitarnya
Cibubur dan wilayah sekitarnya memiliki karakteristik lingkungan yang mendukung berkembang biaknya nyamuk DBD. Area perumahan padat, banyak taman, dan saluran air yang tersumbat menjadi sumber potensial bagi jentik nyamuk.
Jika anggota keluarga mulai menunjukkan gejala seperti demam tinggi disertai nyeri otot atau muncul bintik merah, segera lakukan langkah berikut:
- Perbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi.
- Hindari konsumsi obat penurun panas sembarangan, terutama yang mengandung aspirin.
- Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat agar dapat dilakukan pemeriksaan darah.
Beberapa fasilitas kesehatan di kawasan Cibubur yang siap melayani antara lain Rumah Sehat Cikeas (021-82484261-WA Admin: 0812-1900-0261), RS Mitra Keluarga Cibubur (WA 0812-80000-911) dan RS Eka Hospital Cibubur : (021) 50855555
Pencegahan Praktis di Rumah dan Sekitar Anda
Untuk menjaga keluarga dari ancaman DBD, warga dihimbau menerapkan gerakan 3M Plus, yaitu:
- Menguras tempat penampungan air seperti bak mandi, ember, dan toren secara rutin setiap minggu.
- Menutup rapat wadah air agar nyamuk tidak dapat berkembang biak.
- Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air hujan seperti botol, kaleng, dan ban bekas.
Sementara βPlusβ berarti langkah tambahan seperti:
- Memelihara ikan pemakan jentik di kolam.
- Menggunakan kelambu atau losion antinyamuk, terutama saat tidur malam.
- Memastikan ventilasi rumah cukup cahaya dan udara, sehingga nyamuk enggan bersarang.
- Memeriksa pot bunga, mainan anak, dan saluran air agar tidak ada genangan air yang tersembunyi.
Dengan langkah sederhana dan kesadaran bersama, masyarakat Cibubur dapat menekan potensi penyebaran DBD selama musim hujan ini.
Musim hujan tak bisa dihindari, tapi wabah bisa dicegah. Mari mulai dari rumah, dari hal-hal kecil yang sering diabaikan. Karena pada kenyataannya, sehat itu tidak murah, dan mencegah jauh lebih bijak daripada mengobati.
Baca Artikel Lainnya :
- Wedding Fair Terbesar di Bekasi Awal 2026, Kolaborasi HARRIS Bekasi & Abhipraya Enterprises
- Kisah Sudrajat: dari Fitnah hingga Berkah
- Harga Emas Terus Menanjak: Rekor Baru Tembus Rp3,168 Juta
- Menyimpan HP Dekat Dengan Barang Elektronik Berbahaya?
- Ascott Jabotabek dan Universitas Trilogi Dorong Edukasi Lingkungan & Urban Farming di Perayaan World Environmental Education Day 2026


Leave a Comment