media-cibubur.com – Tepat 4 hari setelah Netflix mengumumkan akuisisi penuh terhadap Warner Bros, situasi kembali berbalik. Nilai akuisisi Warner Bros oleh Netflix sebenarnya sudah disepakati senilai US$ 82,7 miliar sebagai enterprise value, atau sekitar US$ 72 miliar untuk nilai ekuitas.
Kesepakatan itu bersifat definitive agreement, menandakan kedua pihak sudah mencapai kesepakatan final di atas kertas dan tinggal menunggu proses regulasi.
Namun belum seminggu berlalu, situasi langsung berubah. Paramount Skydance datang dengan langkah mengejutkan dan mencoba menyalip kesepakatan tersebut.
Dunia hiburan global yang kemarin menyambut era baru kini menghadapi ketidakpastian.
Paramount Masuk dengan Tawaran Tinggi
Paramount menawarkan nilai US$30 per saham atau sekitar Rp 1.801 triliun. Struktur tawarannya berbeda karena berupa uang tunai penuh. Tawaran ini langsung disampaikan kepada pemegang saham sehingga potensi mengubah arah proses akuisisi jauh lebih besar.

Langkah berani ini membuat kesepakatan Netflix yang bernilai US$27,75 per saham terlihat kurang menarik bagi pemegang saham Warner Bros. Paramount menilai tawaran Netflix masih mengandung risiko karena menggabungkan saham dan tunai.
Komentar Trump Menambah Tekanan
Situasi semakin menarik setelah Donald Trump ikut berkomentar. Ia menilai rencana akuisisi Netflix bisa menimbulkan masalah karena dominasi pasar akan menjadi terlalu besar. Komentarnya itu membuat proses regulasi diprediksi semakin rumit.
Kedekatan Paramount dengan lingkaran pendukung Trump juga menambah dinamika baru. Dukungan investor yang terhubung dengan Jared Kushner disebut dapat memperkuat posisi Paramount dalam proses ini.

Paramount Merasa Lebih Unggul
Paramount menyebut tawaran mereka lebih pasti dan lebih cepat disetujui. Uang tunai penuh dianggap memberikan nilai maksimal bagi pemegang saham. Mereka juga menawarkan pengambilalihan seluruh bisnis Warner Bros termasuk jaringan televisi, studio film, hingga layanan streaming.
Sebaliknya, tawaran Netflix hanya mencakup studio dan streaming. Pemegang saham harus menanggung risiko pergerakan saham Netflix setelah transaksi berlangsung.
Netflix Tetap Yakin
Netflix melalui pimpinan mereka menyebut langkah Paramount sebagai hal yang sudah mereka perkirakan. Namun para analis menilai tekanan terhadap Netflix semakin besar karena tawaran Paramount jauh di atas angka yang mereka ajukan.
Situasi ini bisa mendorong Netflix mempertimbangkan opsi untuk menaikkan penawaran atau membuat skema baru yang lebih menarik.
Pengaruhnya bagi Masa Depan Industri
Jika Paramount menang, maka industri hiburan akan memiliki gabungan baru yang sangat besar. Portofolio konten mereka bisa berubah drastis dan membuka persaingan baru di pasar internasional.
Namun jika Netflix tetap mempertahankan kesepakatan awal, maka perusahaan itu akan memegang salah satu katalog film dan serial terbesar di dunia. Regulasi diprediksi menjadi hambatan terbesar karena kekhawatiran soal monopoli.
Kemanakah Judul-Judul Besar Ini Akan Berlabuh?
Warner Bros menyimpan deretan judul ikonik seperti Harry Potter, The Dark Knight, The Matrix, hingga Fantastic Beasts. Dari kubu HBO dan HBO Max ada Game of Thrones, The Last of Us, House of the Dragon dan Succession.
Dengan dua raksasa hiburan saling berebut, pertanyaan terbesarnya kini muncul: kemanakah semua judul besar itu akan berlabuh pada akhirnya?
Baca Artikel Lainnya :
- Wedding Fair Terbesar di Bekasi Awal 2026, Kolaborasi HARRIS Bekasi & Abhipraya Enterprises
- Kisah Sudrajat: dari Fitnah hingga Berkah
- Harga Emas Terus Menanjak: Rekor Baru Tembus Rp3,168 Juta
- Menyimpan HP Dekat Dengan Barang Elektronik Berbahaya?
- Ascott Jabotabek dan Universitas Trilogi Dorong Edukasi Lingkungan & Urban Farming di Perayaan World Environmental Education Day 2026


Leave a Comment