media-cibubur.com – Memperingati Hari Disabilitas Internasional 2025, Eka Hospital Cibubur melalui Child Development Center (CDC) menggelar Parenting Class bertema penerimaan dan penyesuaian orangtua dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus (ABK).

Acara ini berlangsung pada Sabtu, 6 Desember 2025 di Lobby Plaza. Tiga narasumber hadir untuk memberikan edukasi kepada orangtua dan dipandu oleh Ristia Yuliani selaku tim marketing Eka Hospital Cibubur.
Pemahaman Dasar ABK
dr. Lies Dewi Nurmalia Sp.A(K) Neuropediatric, spesialis anak menjelaskan perbedaan antara disabilitas dan anak berkebutuhan khusus.
Banyak orang tua masih mencari penyebab kondisi anak berkebutuhan khusus, padahal sekitar 80 persen penyebabnya tidak diketahui.

Upaya itu sering berujung pada pertanyaan tanpa akhir atau Never Ending Question. Ia mengajak orangtua untuk fokus pada pendampingan dan langkah pengembangan anak.
dr. Lies juga mengingatkan pentingnya persiapan kesehatan sejak remaja putri. Pencegahan anemia, dengan pemberian suplemen zat besi, vitamin D, dan vaksin MMR sebelum menikah menjadi langkah dasar. Semua langkah tersebut menjadi investasi kesehatan bagi calon orang tua.

Dukungan Terapi untuk Setiap Kebutuhan Anak
Pemateri kedua, dr. Roy Dwi Indra Sp.KFR, spesialis kedokteran Fisik dan Rehabilitasi menjelaskan bahwa ABK membutuhkan dukungan yang menyeluruh, mulai dari pengobatan, dukungan psikologis, hingga terapi khusus sesuai kebutuhannya.
Jika anak mengalami gangguan motorik seperti belum mampu duduk atau berdiri karena kekuatan otot yang belum stabil, maka terapi fisik dapat membantu.
Untuk anak dengan masalah sensorik, takut gerakan, sensitif terhadap suara, atau tidak merespons panggilan, terapi sensori integrasi menjadi pilihan penanganan.
Sementara untuk anak yang memiliki gangguan komunikasi atau keterlambatan bicara, terapi wicara merupakan intervensi penting agar kemampuan berbahasa dapat berkembang sesuai tahapan usia.

Perjalanan Emosional Orangtua ABK
Psikolog klinis Eka Hospital Cibubur, Siti Saโdiah Syam M.Psi., menjelaskan perjalanan emosional yang dialami orang tua ketika mengetahui anaknya memiliki kebutuhan khusus.
Tahapannya meliputi syok atau penolakan, munculnya pertanyaan yang berulang, rasa marah, kecewa, hingga proses tawar menawar dalam diri.
Pada fase berikutnya, kelelahan dan ketidakpercayaan diri sering muncul sehingga membutuhkan pendampingan emosional.
Dukungan pasangan, keluarga, komunitas, dan lingkungan pendidikan sangat diperlukan agar orang tua dapat mencapai tahap penerimaan.
Menurutnya, tidak ada orang tua yang siap 100% menghadapi kondisi ini sehingga kerja sama dan kesabaran menjadi fondasi utama.

Antusiasme Peserta
Setelah seluruh paparan selesai, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Para peserta terlihat sangat antusias.
Banyak orang tua bertanya tentang tumbuh kembang anaknya. Mereka ingin memastikan bahwa langkah yang diambil sudah tepat. Suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh perhatian.
Peserta Merasa Terbantu
Salah satu peserta, Mariam Jamila asal Kranggan Bekasi, merasa sangat terbantu. Ia memiliki anak berusia dua tahun bernama Abdul Rozak yang mengalami down syndrome. Anaknya belum dapat berjalan dan berbicara.

Baginya, paparan para narasumber sangat membantu karena memberikan gambaran jelas mengenai langkah-langkah yang bisa ia ambil. Bahkan ia berencana berkonsultasi lebih lanjut di Eka Hospital Cibubur.
Masyarakat yang ingin berkonsultasi mengenai anak berkebutuhan khusus dapat menghubungi Information Center Eka Hospital Cibubur di nomor 021-50855555.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak orangtua yang memahami bahwa pendampingan ABK membutuhkan edukasi yang tepat. Lingkungan yang inklusif juga diperlukan agar anak dapat berkembang sesuai potensinya.
Semoga kegiatan seperti ini dapat terus diperluas agar semakin banyak keluarga yang terbantu dan semakin banyak anak yang mendapatkan intervensi yang tepat sejak dini.


Leave a Comment