Home Β» Update SEA Games 2025: Indonesia Bertahan di Posisi Dua, Jarak Emas Thailand Menganga
Update SEA Games 2025

Update SEA Games 2025: Indonesia Bertahan di Posisi Dua, Jarak Emas Thailand Menganga

media-cibubur.com – Kontingen Indonesia terus menunjukkan performa positif di SEA Games 2025 Thailand. Hingga hari ini, 15 Desember 2025, Indonesia telah mengumpulkan 43 medali emas. Raihan ini menjaga posisi Indonesia di peringkat kedua klasemen sementara, tepat di bawah tuan rumah Thailand.

Secara keseluruhan, Indonesia mengoleksi 152 medali. Jumlah tersebut terdiri dari 43 emas, 56 perak, dan 53 perunggu. Perolehan ini membuat Indonesia tetap aman di posisi dua dan menjaga jarak dari Vietnam yang berada di peringkat ketiga.

Thailand masih memimpin klasemen dengan perolehan emas yang jauh lebih besar. Tuan rumah telah mengamankan 132 medali emas, sehingga selisih dengan Indonesia terbilang signifikan.

Klasemen Medali Sementara SEA Games 2025

Perolehan medali hingga 15 Desember 2025

Peringkat | Negara | Emas | Perak | Perunggu | Total
1 | Thailand | 132 | 78 | 47 | 257
2 | Indonesia | 43 | 56 | 53 | 152
3 | Vietnam | 35 | 35 | 66 | 136
4 | Singapura | 27 | 28 | 33 | 88
5 | Malaysia | 20 | 23 | 70 | 113
6 | Filipina | 17 | 32 | 69 | 118
7 | Myanmar | 3 | 14 | 20 | 37
8 | Laos | 2 | 4 | 13 | 19
9 | Brunei | 0 | 3 | 4 | 7
10 | Timor Leste | 0 | 0 | 2 | 2

Thailand unggul jauh dari Indonesia dalam perolehan emas. Namun Indonesia masih unggul secara total medali dibanding Vietnam.

Cabang Penyumbang Emas Indonesia

Perolehan 43 medali emas Indonesia hingga pertengahan SEA Games 2025 berasal dari sejumlah cabang olahraga, dengan kontribusi terbesar datang dari empat cabang utama. Cabang-cabang ini menjadi tulang punggung perolehan emas kontingen Merah Putih.

Atletik tercatat sebagai penyumbang emas terbanyak bagi Indonesia sejauh ini dengan total empat medali emas. Emas tersebut diraih dari nomor marathon putra dan putri, serta jalan cepat 20 kilometer putra dan putri.

Bulutangkis menyusul sebagai kontributor besar dengan tiga medali emas. Indonesia meraih emas dari nomor beregu putra, tunggal putra, dan ganda putra. Di tengah persaingan ketat antarnegara Asia Tenggara, bulutangkis tetap mampu mempertahankan statusnya sebagai cabang unggulan.

Cabang judo juga tampil menonjol dengan menyumbang tiga medali emas. Panjat tebing menjadi cabang berikutnya yang memberikan kontribusi signifikan dengan dua medali emas.

Di luar empat cabang tersebut, Indonesia juga memperoleh emas dari cabang lain seperti renang, wushu, petanque, kano, dan cabang bela diri lainnya. Namun hingga saat ini, kontribusi cabang-cabang tersebut masih berada di bawah empat cabang utama dalam jumlah perolehan emas.

Peluang Tambahan Emas

Dengan pertandingan yang masih berlangsung, peluang Indonesia untuk menambah emas masih terbuka. Cabang renang masih menyisakan sejumlah nomor yang berpotensi menghasilkan medali emas.

Selain itu, cabang bela diri seperti taekwondo dan judo juga masih membuka peluang, seiring dengan adanya atlet Indonesia yang melaju ke babak final. Cabang olahraga ekstrem dan cabang baru pun berpotensi menjadi sumber tambahan emas hingga pertandingan terakhir.

Thailand Terlalu Powerfull

Raihan 43 medali emas menunjukkan Indonesia tampil kompetitif di banyak cabang dengan tingkat persaingan yang ketat. Namun Thailand tetap memimpin klasemen dengan selisih yang besar.

Keunggulan Thailand tidak lepas dari dominasi mereka di cabang-cabang unggulan khas tuan rumah. Cabang seperti muay thai, sepak takraw, petanque serta sejumlah bela diri non-olimpik menjadi lumbung emas utama Thailand.

Di cabang-cabang ini, Thailand nyaris tanpa pesaing serius, sementara jumlah nomor yang dipertandingkan relatif banyak. Kondisi tersebut membuat akumulasi emas Thailand berlangsung cepat dan masif sejak awal SEA Games.

Kesenjangan ini sekaligus membuka kembali persoalan klasik dalam sistem SEA Games. Penentuan cabang dan nomor pertandingan yang sangat dipengaruhi tuan rumah kerap menciptakan ketimpangan struktural.

Negara tuan rumah memperoleh keuntungan kompetitif bukan hanya dari faktor teknis dan non-teknis, tetapi juga dari desain pertandingan itu sendiri. Selama pola ini terus berulang, persaingan juara umum SEA Games akan lebih ditentukan oleh strategi pemilihan cabang, bukan semata kualitas pembinaan olahraga nasional.

Indonesia perlu menjaga konsistensi di cabang-cabang unggulan dan memaksimalkan peluang di sisa pertandingan. Target realistisnya adalah mempertahankan posisi kedua sekaligus memperkecil jarak perolehan emas hingga SEA Games 2025 berakhir.

Tekanan kini tidak hanya datang dari persaingan di arena, tetapi juga dari ekspektasi publik setelah pemerintah melalui presiden menjanjikan bonus besar, bahkan hingga Rp1 miliar untuk setiap medali emas. Sebuah angka yang fantastis di saat seperti ini.

Pertanyaannya, sanggupkah para atlet menjawab insentif besar itu dengan tambahan emas nyata, atau justru beban ekspektasi kembali menjadi penghalang di momen-momen penentuan?

More Reading

Post navigation

Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Register

Reset Password

Please enter your username or email address, you will receive a link to create a new password via email.