media-cibubur.com – Bagi anda yang memilih investasi di logam mulia emas, berbahagialah karena pergerakan harga emas diperkirakan masih berada dalam tren menguat sepanjang 2026
Di tengah dunia yang belum benar-benar pulih dari ketidakpastian, emas kembali dipandang sebagai aset aman yang relevan untuk menjaga nilai kekayaan.
Pergerakan harga emas ke depan tidak berdiri sendiri. Ada sejumlah faktor global dan domestik yang berpotensi mendorong harga emas terus naik sepanjang 2026.

1. Konflik Global yang Belum Mereda
Konflik bersenjata di berbagai belahan dunia masih berlangsung dan cenderung berkepanjangan. Situasi ini menciptakan ketidakpastian global yang membuat investor menjauh dari aset berisiko dan beralih ke emas.
Eskalasi konflik baru, termasuk keterlibatan langsung Amerika Serikat dalam penangkapan Presiden Venezuela, turut memperbesar kekhawatiran akan stabilitas global.
Setiap konflik yang melibatkan negara besar hampir selalu diikuti dengan peningkatan permintaan emas sebagai aset perlindungan.
2. Ketidakpastian Global
Berangkat dari konflik yang masih berlangsung, banyak analis memproyeksikan bahwa 2026 belum akan menjadi tahun yang sepenuhnya stabil.
Risiko geopolitik diperkirakan masih membayangi pasar global, baik dalam bentuk konflik terbuka maupun ketegangan politik dan ekonomi antarnegara.
Dalam kondisi seperti ini, emas berpotensi tetap menjadi pilihan utama investor yang ingin menghindari fluktuasi tajam di pasar saham dan aset berisiko lainnya.
3. Inflasi Diperkirakan Turun, Namun Tidak Hilang
Memasuki 2026, inflasi global diperkirakan tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya. Namun, tekanan harga belum sepenuhnya menghilang.
Biaya energi, pangan, serta dampak konflik diproyeksikan masih memberi tekanan pada harga barang.
Situasi ini membuat emas tetap relevan sebagai lindung nilai, meskipun tidak lagi didorong oleh lonjakan inflasi ekstrem seperti pada periode krisis.
4. Kebijakan Suku Bunga
Tahun 2026 diprediksi menjadi fase penyesuaian kebijakan moneter. Bank sentral global cenderung bersikap lebih hati-hati, tidak terlalu agresif menaikkan suku bunga, namun juga tidak terburu-buru melonggarkan kebijakan.
Dalam skenario ini, emas berpotensi tetap menarik karena tidak menghadapi tekanan besar dari instrumen berbunga tinggi, sekaligus masih berfungsi sebagai penyeimbang portofolio.
5. Permintaan Bank Sentral Diperkirakan Tetap Konsisten
Tren pembelian emas oleh bank sentral diperkirakan berlanjut pada 2026. Langkah ini tidak lagi bersifat reaktif, melainkan strategis untuk diversifikasi cadangan dan mengurangi ketergantungan pada mata uang tertentu.
Permintaan yang stabil dari bank sentral menjadi bantalan harga yang membuat emas relatif kuat meski pasar keuangan global bergejolak.
6. Harga Emas di Indonesia Berpotensi Ikut Menguat
Dengan mempertimbangkan seluruh faktor tersebut, harga emas di Indonesia diperkirakan mengikuti arah global.
Jika ketidakpastian global berlanjut dan permintaan emas tetap tinggi, harga emas batangan berpeluang bertahan di level tinggi atau mencetak rekor baru sepanjang 2026.
Meski fluktuasi jangka pendek tetap mungkin terjadi, proyeksi jangka menengah menunjukkan emas masih relevan sebagai aset perlindungan di tengah dunia yang belum sepenuhnya stabil.

Dari ketidakpastian global yang belum mereda, satu skenario mencuat. Jika konflik terus berlanjut dan tekanan geopolitik bertahan, harga emas pada 2026 berpeluang menembus batas psikologis baru.
Di pasar domestik, emas batangan bahkan bisa mendekati atau melampaui Rp3 juta per gram.
Risiko Tetap Membayangi Pergerakan Emas
Meski demikian, proyeksi pergerakan emas pada 2026 tetap perlu dibaca dengan hati-hati.
Seluruh prediksi ini disusun berdasarkan kondisi global di awal tahun, yang masih dipenuhi konflik dan ketidakpastian.
Perubahan situasi, seperti meredanya perang, kesepakatan politik besar, penguatan dolar AS, atau kebijakan suku bunga yang lebih agresif dari perkiraan, berpotensi menahan laju kenaikan harga emas.
Karena itu, meskipun emas masih relevan sebagai aset lindung nilai, pergerakannya tetap memiliki risiko fluktuasi seiring dinamika global sepanjang 2026.
Baca Artikel Lainnya :
- Wedding Fair Terbesar di Bekasi Awal 2026, Kolaborasi HARRIS Bekasi & Abhipraya Enterprises
- Kisah Sudrajat: dari Fitnah hingga Berkah
- Harga Emas Terus Menanjak: Rekor Baru Tembus Rp3,168 Juta
- Menyimpan HP Dekat Dengan Barang Elektronik Berbahaya?
- Ascott Jabotabek dan Universitas Trilogi Dorong Edukasi Lingkungan & Urban Farming di Perayaan World Environmental Education Day 2026


Leave a Comment