media-cibubur.com – Persiapan pembentukan Bogor Timur sebagai kabupaten baru terus berjalan hingga saat ini.
Meski masih menunggu kebijakan pemerintah pusat terkait daerah otonomi baru, langkah-langkah di tingkat daerah menunjukkan proses yang terus bergerak.
Wilayah timur Kabupaten Bogor mulai dipersiapkan bukan sekadar sebagai wacana pemekaran, tetapi sebagai kawasan yang ditata untuk menopang pemerintahan baru di masa depan.

Persiapan Kian Terarah
Pemerintah daerah dalam beberapa tahun terakhir mengarahkan perhatian pada pembangunan infrastruktur dasar dan penguatan akses wilayah timur.
Jalan penghubung antar kecamatan, penataan kawasan, serta pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi menjadi bagian dari persiapan jangka panjang.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa pemekaran wilayah tidak hanya berhenti pada gagasan normatif.
Menurutnya, langkah nyata dilakukan melalui pembangunan pusat pertumbuhan ekonomi baru dan penguatan aksesibilitas wilayah Bogor Timur.

Infrastruktur dan Arah Calon Ibu Kota
Pembangunan infrastruktur ditempatkan sebagai fondasi awal pemekaran. Upaya ini dinilai penting mengingat jarak pelayanan dari pusat pemerintahan di Cibinong selama ini menjadi tantangan bagi masyarakat Bogor Timur.
Terkait calon ibu kota, hingga kini memang belum ada penetapan resmi. Namun arah kebijakan pembangunan memberi petunjuk yang cukup jelas.
Salah satu fokus persiapan diarahkan ke pengembangan kawasan Kecamatan Sukamakmur yang diproyeksikan sebagai calon ibu kota Kabupaten Bogor Timur.

Ketersediaan lahan, posisi wilayah, serta ruang pengembangan jangka panjang menjadi pertimbangan utama.
Sejumlah penataan kawasan dan peningkatan akses menuju wilayah tersebut memperkuat sinyal bahwa Sukamakmur tengah disiapkan sebagai pusat pemerintahan baru.

Dilema Warga Cibubur
Meski moratorium daerah otonomi baru masih berlaku, persiapan Bogor Timur tetap dilanjutkan agar wilayah ini siap saat keputusan pusat diambil.
Bagi warga Cibubur, wacana penentuan ibu kota Bogor Timur bukan sekadar soal administratif.

Secara jarak, Cibinong selama ini sudah dirasakan cukup jauh untuk urusan pemerintahan sehari-hari. Namun jika ibu kota baru benar-benar ditempatkan di Sukamakmur, jarak tempuh bisa menjadi lebih panjang.
Hingga kini, akses menuju Sukamakmur belum didukung jaringan tol langsung. Perjalanan masih bergantung pada jalur arteri dan kondisi lalu lintas yang kerap padat, terutama di akhir pekan.
Dalam konteks ini, efektivitas pusat pemerintahan menjadi pertanyaan penting.
Bagi warga Cibubur, pilihan antara Cibinong dan Sukamakmur bukan soal simbol ibu kota baru, melainkan soal kemudahan akses, waktu tempuh, dan layanan yang benar-benar lebih dekat.
Jika pemekaran bertujuan mendekatkan pelayanan, maka penentuan lokasi ibu kota Bogor Timur menjadi keputusan krusial yang akan langsung dirasakan dampaknya oleh masyarakat.
Baca Artikel Lainnya :
- Wedding Fair Terbesar di Bekasi Awal 2026, Kolaborasi HARRIS Bekasi & Abhipraya Enterprises
- Kisah Sudrajat: dari Fitnah hingga Berkah
- Harga Emas Terus Menanjak: Rekor Baru Tembus Rp3,168 Juta
- Menyimpan HP Dekat Dengan Barang Elektronik Berbahaya?
- Ascott Jabotabek dan Universitas Trilogi Dorong Edukasi Lingkungan & Urban Farming di Perayaan World Environmental Education Day 2026


Leave a Comment