media-cibubur.com – Nilai tukar Rupiah Indonesia (IDR) pada pembukaan perdagangan pagi ini Rabu, 7 Januari 2026, kembali mengalami tekanan dan melemah versus Dolar Amerika Serikat (USD) di pasar spot Jakarta.
Rupiah dibuka di kisaran Rp16.761 per USD, turun sekitar 0,02 persen dari posisi penutupan sebelumnya.

Penyebab Pelemahan
Analis pasar menyatakan bahwa pelemahan Rupiah pagi ini sebagian besar dipicu oleh sentimen global dan kekuatan Dolar AS, yang membuat mata uang negara berkembang, termasuk Rupiah, berada di bawah tekanan.
Penguatan dolar sering diikuti oleh sikap pelaku pasar yang memilih aset safe-haven di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.
Selain itu, tren pelemahan yang berlanjut sejak perdagangan kemarin turut memperburuk tekanan pada Rupiah.
Pada perdagangan Selasa (6/1), Rupiah ditutup melemah di sekitar Rp16.758 per USD, mencerminkan kondisi pasar yang masih berhati-hati.
Sentimen Global dan Perdagangan
Pergerakan mata uang global juga ikut memberikan dampak terhadap Rupiah. Indeks dolar yang relatif kuat telah mendorong permintaan terhadap USD, sehingga mengurangi daya tarik aset berdenominasi Rupiah.
Kondisi tersebut turut memberi tekanan pada mata uang Indonesia di tengah pasar finansial yang tetap waspada.
Dampak di Dalam Negeri
Pelemahan Rupiah dapat mempengaruhi berbagai sektor ekonomi, termasuk:
- Biaya Impor β Produk dan bahan baku yang dibayar dalam USD menjadi lebih mahal, berpotensi menekan margin keuntungan pelaku bisnis yang bergantung pada impor.
- Inflasi Harga β Tekanan kurs bisa diteruskan ke harga barang di pasar domestik, jika terus berlanjut.
- Sentimen Investor β Fluktuasi Rupiah dapat mempengaruhi keputusan investasi di pasar modal dan pasar uang.
Prospek Pergerakan Rupiah
Para ekonom memperkirakan bahwa Rupiah akan tetap bergerak fluktuatif dalam beberapa hari ke depan, menunggu keputusan kebijakan moneter utama dari bank sentral dunia serta data ekonomi terbaru yang dapat memengaruhi arus modal global.
Bank Indonesia terus memantau pergerakan ini untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Artikel Lainnya :
- Wedding Fair Terbesar di Bekasi Awal 2026, Kolaborasi HARRIS Bekasi & Abhipraya Enterprises
- Kisah Sudrajat: dari Fitnah hingga Berkah
- Harga Emas Terus Menanjak: Rekor Baru Tembus Rp3,168 Juta
- Menyimpan HP Dekat Dengan Barang Elektronik Berbahaya?
- Ascott Jabotabek dan Universitas Trilogi Dorong Edukasi Lingkungan & Urban Farming di Perayaan World Environmental Education Day 2026


Leave a Comment