media-cibubur.com – .Atap bangunan SMA Negeri 2 Gunung Putri roboh. Peristiwa ini menambah daftar sekolah yang mengalami kerusakan serius di wilayah Cibubur dan sekitarnya.
Sebelumnya, kejadian serupa juga terjadi di SMKN 1 Cileungsi. Atap sekolah tersebut ambruk saat aktivitas belajar masih berlangsung 3 November 2025 lalu. Rangkaian kejadian ini kembali menyoroti kondisi bangunan pendidikan yang kian rentan.
Peristiwa robohnya atap SMAN 2 Gunung Putri terjadi di dekat kawasan Kota Wisata. Lokasinya berada di Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Kejadian berlangsung saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Angin kencang juga menyertai hujan sejak malam hari.

Roboh Dini Hari, Sekolah Masih Sepi
Atap bangunan dilaporkan ambruk sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu, kondisi sekolah masih sepi. Aktivitas belajar mengajar belum dimulai. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Siswa dan guru belum berada di lingkungan sekolah.
Meski demikian, kerusakan yang ditimbulkan tergolong serius. Rangka atap dan material bangunan jatuh ke bawah. Beberapa ruang kelas terdampak langsung. Area tersebut tidak lagi aman untuk digunakan.
Kegiatan Belajar Diliburkan Sementara
Karena kerusakan dinilai cukup parah, pihak sekolah mengambil langkah cepat. Keselamatan menjadi pertimbangan utama.
Sekolah memutuskan menghentikan dan meliburkan sementara kegiatan belajar mengajar. Kebijakan ini berlaku pada hari kejadian dan beberapa hari berikutnya.
Seluruh siswa dipulangkan dari sekolah. Pihak sekolah masih menunggu hasil pemeriksaan teknis bangunan. Asesmen dilakukan untuk menentukan ruang mana yang masih aman digunakan.

Cuaca Ekstrem Jadi Dugaan Penyebab
Hujan dengan intensitas tinggi menjadi dugaan awal penyebab robohnya atap. Angin kencang turut memperparah kondisi bangunan.
Tekanan air hujan dan dorongan angin dinilai cukup besar. Struktur atap diduga tidak mampu menahan beban tersebut.
Wilayah Bogor dan sekitarnya memang rawan cuaca ekstrem. Kondisi ini sering terjadi pada musim hujan. Bangunan sekolah menjadi salah satu yang paling rentan terdampak.
Janji Pemprov Jawa Barat Kembali Diuji
Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, pernah menyatakan saat insiden robohnya atap SMKN 1 Cileungsi.
Peristiwa itu sebagai tamparan bagi pemerintah untuk lebih serius memperhatikan kualitas bangunan sekolah, terutama di wilayah padat seperti Bogor dan Cibubur-Cileungsi.
Namun, kejadian robohnya atap SMAN 2 Gunung Putri kembali memunculkan tanda tanya. Janji penguatan bangunan sekolah itu kini kembali diuji di lapangan. Evaluasi menyeluruh seharusnya tidak berhenti pada satu sekolah saja.
Jika bangunan pendidikan masih terus roboh, persoalannya bukan lagi cuaca semata. Ini menyangkut pengawasan, perawatan, dan komitmen jangka panjang.
Keselamatan siswa tidak boleh bergantung pada reaksi setelah kejadian, melainkan pada pencegahan sebelum insiden terulang.
Baca Artikel Lainnya :
- Wedding Fair Terbesar di Bekasi Awal 2026, Kolaborasi HARRIS Bekasi & Abhipraya Enterprises
- Kisah Sudrajat: dari Fitnah hingga Berkah
- Harga Emas Terus Menanjak: Rekor Baru Tembus Rp3,168 Juta
- Menyimpan HP Dekat Dengan Barang Elektronik Berbahaya?
- Ascott Jabotabek dan Universitas Trilogi Dorong Edukasi Lingkungan & Urban Farming di Perayaan World Environmental Education Day 2026


Leave a Comment