media-cibubur.com – Setelah kebijakan ganjil genap selama hari raya ditiadakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memastikan layanan transportasi publik tetap beroperasi untuk mendukung mobilitas masyarakat.
Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026, layanan transportasi publik di Jakarta dipastikan tetap berjalan dengan sejumlah penyesuaian.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan moda utama seperti MRT Jakarta, TransJakarta, dan LRT Jakarta tetap melayani masyarakat selama periode hari raya.

Operasional Saat Nyepi Tetap Normal
Pada Hari Raya Nyepi, operasional transportasi publik di Jakarta tetap berjalan. Aktivitas di ibu kota tidak mengalami pembatasan seperti di Bali, sehingga MRT, TransJakarta, dan LRT tetap melayani pengguna.
Namun, frekuensi perjalanan dapat menyesuaikan dengan jumlah penumpang yang biasanya lebih rendah.
Saat Idul Fitri, TransJakarta Mulai Pukul 09.00
Khusus pada hari H Idul Fitri, TransJakarta melakukan penyesuaian jam operasional dengan mulai beroperasi sekitar pukul 09.00 WIB. Penyesuaian ini dilakukan untuk memberikan kesempatan petugas menjalankan salat Id.
Sementara itu, MRT dan LRT umumnya tetap mengikuti pola layanan akhir pekan atau normal dengan penyesuaian kebutuhan.

Gratis untuk Semua Moda
Untuk tarif, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan seluruh transportasi umum akan digratiskan saat Idul Fitri 2026.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan langsung kebijakan tersebut.
“Pada saat Idul Fitri kami akan menggratiskan transportasi yang ada di Jakarta. Kenapa kami lakukan? Sekali lagi untuk menarik bahwa daripada macet-macet atau belanja-belanja ke luar negeri dan sebagainya, lebih baik tetap tinggal di Jakarta. Jakarta menyediakan segalanya,” ujar Pramono.
Dengan kebijakan ini, masyarakat dapat menggunakan MRT dan TransJakarta tanpa biaya selama periode Lebaran.
Tarif LRT Jabodebek Maksimal Rp10.000
Sementara itu, untuk layanan LRT Jabodebek yang dikelola oleh PT Kereta Api Indonesia, diberlakukan kebijakan berbeda selama libur Lebaran.
PT KAI menetapkan tarif maksimum perjalanan sebesar Rp10.000 per penumpang untuk periode 18 hingga 24 Maret 2026. Kebijakan ini merupakan bagian dari program promo untuk mendukung mobilitas masyarakat selama libur panjang.
Berbeda dengan transportasi di bawah Pemprov DKI yang gratis, LRT Jabodebek tetap berbayar namun dengan tarif yang lebih terjangkau dari biasanya.
Tekan Kemacetan
Selain memberikan kemudahan, kebijakan tarif gratis ini juga diharapkan mendorong masyarakat beralih ke transportasi umum.
Langkah ini dinilai efektif untuk menekan kepadatan lalu lintas yang biasanya meningkat saat momen Lebaran.
Dengan tetap beroperasinya MRT, LRT, dan TransJakarta serta dukungan tarif gratis, masyarakat yang tidak mudik tetap dapat beraktivitas dengan nyaman di ibu kota.
Masyarakat diimbau untuk tetap memperhatikan informasi resmi terkait jadwal operasional agar perjalanan selama hari raya berjalan lancar dan aman.


Leave a Comment