media-cibubur.com – Food and Agriculture Organization (FAO) Indonesia dengan bangga mengumumkan kelulusan 38 Peserta Pelatihan Petani Keren, suatu program inovatif yang bertujuan meningkatkan kapasitas generasi muda di sektor pertanian. Acara kelulusan yang berlangsung pada hari Jumat, tanggal 20 Desember 2024 di Taman Wiladatika Cibubur “Aula Agus Salim” ini menandai langkah penting dalam mendukung regenerasi petani dan mewujudkan pertanian berkelanjutan di Indonesia.

Program Pelatihan Petani Keren yang dilaksanakan selama kurang lebih tiga bulan, memberikan pendidikan intensif kepada peserta terpilih dari anggota Pramuka yang berasal dari Provinsi Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Dengan dukungan penuh dari kerjasama antara FAO Indonesia, Kemenko Perekonomian, dan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), peserta dibekali pengetahuan dan ketrampilan praktis seperti : permakultur, teknologi pertanian modern, manajemen bisnis agribisnis, dan inovasi rantai nilai.
“Kami percaya bahwa regenerasi petani adalah kunci untuk memastikan ketahanan pangan nasional masa depan. Program ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk memberdayakan generasi muda agar mampu memimpin transformasi sektor pertanian”. Tutur Bapak Ageng Herianto – Assisten FAO Representative di Indonesia.
Acara kelulusan ini turut dihadiri oleh perwakilan dari pemerintah, akademisi, serta praktisi, dan komunitas di sektor pertanian. Bapak Ageng menyatakan apresiasinya terhadap para peserta yang telah menunjukan dedikasi luar biasa selama pelatihan, khususnya dalam perencanaan bisnis pertanian.
“Sebagai generasi muda, kami ingin terlibat didalam program-program pembangunan, salah satunya melalui sektor pertanian. Pelatihan ini telah membuka wawasan kami bahwa masalah pertanian termasuk pangan adalah masalah kita bersama. Bukan hanya soal menghasilkan produk, tetapi juga menciptakan solusi bagi tantangan global seperti perubahan iklim dan ketahanan pangan”. Tutur Faiz – Peserta Pelatihan Petani Keren.
FAO menyampaikan juga mengenai rencana tindak lanjut bagi para lulusan, termasuk pendampingan usaha agribisnis dan peluang untuk bermitra dengan komunitas seperti program magang di Sekolah Seniman Pangan. Dengan demikian, program ini tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi juga memberikan dampak nyata dalam pengembangan sektor pertanian di tingkat lokal atau nasional.
Program pelatihan ini akan dilanjutkan diawal tahun 2025 di Lampung dengan meningkatkan kurikulum pembelajaran yang lebih inovatif berdasarkan hasil evaluasi. Kampanye gerakan regenerasi petani ini juga terus diupayakan melalui komunitas Harvest Hype di media sosial yang menjadi wadah bagi anak-anak muda untuk terlibat aktif di dalam sektor pertanian.


Leave a Comment