media-cibubur.com – Kabut adalah kumpulan tetesan air sangat kecil yang melayang di udara dekat permukaan tanah.
Fenomena ini terbentuk ketika suhu udara turun hingga mencapai titik embun, membuat uap air mengembun menjadi butiran halus menyerupai awan yang “menyentuh” tanah.
Biasanya terjadi pada malam hingga pagi hari, kabut dapat memperindah suasana, tetapi juga berpotensi menurunkan jarak pandang.
Kabut Muncul di Cibubur
Beberapa hari terakhir, kawasan Cibubur diselimuti kabut tebal yang muncul terutama pada sore hingga malam hari.
Fenomena ini menciptakan suasana yang lebih sejuk dan tenang, berbeda dari biasanya.
Warga menyebut suasananya mirip seperti di daerah pegunungan. “Kabutnya bikin adem, kayak lagi di Puncak,” ujar seorang warga Perumahan Cibubur Country.
BMKG Beri Penjelasan
BMKG menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan akibat dari kombinasi suhu udara rendah, kelembapan tinggi, dan curah hujan yang konsisten dalam beberapa hari terakhir.
Cibubur, sebagai kawasan dataran rendah dengan banyak ruang hijau seperti Buperta dan hutan kota, sangat mendukung terbentuknya kabut di kala atmosfer lembap dan minim angin.
Meski menciptakan suasana syahdu, kabut juga berdampak pada penurunan jarak pandang, terutama di jalan-jalan utama seperti Transyogi dan Tol Jagorawi.
Bukan Penurunan Kualitas Udara
BMKG menegaskan bahwa fenomena ini bukan pertanda penurunan kualitas udara, melainkan proses alami yang dipengaruhi oleh kondisi meteorologis. Namun, pengendara dan kelompok sensitif tetap disarankan untuk berhati-hati.
Fenomena kabut ini juga dilaporkan terjadi di wilayah lain seperti Depok dan Bekasi, yang memiliki karakteristik geografis serupa dengan Cibubur.
Pendinginan lokal akibat hujan yang turun sejak dini hari, kelembapan udara yang tinggi, serta minimnya pergerakan angin menjadi faktor utama terbentuknya kabut di kawasan tersebut.
Fenomena Serupa di Sekitar Cibubur
Di Bekasi, warga di kawasan Harapan Indah bahkan sempat mengabadikan kabut yang menyelimuti lingkungan mereka pada Minggu pagi.
Hal ini menunjukkan bahwa fenomena yang terjadi di Cibubur merupakan bagian dari pola cuaca yang lebih luas di wilayah Jabodetabek.
fenomena ini diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa hari mendatang, terutama pada malam dan pagi hari.
Bagi sebagian warga, ini menjadi momen langka yang menghadirkan ketenangan dan keindahan alami di tengah hiruk pikuk aktivitas kota.
Baca Artikel Lainnya :
- Ascott Menteng Jakarta Mempersembahkan “Simfoni untuk Bumi” dalam Perayaan Earth Hour 2026
- Kebijakan Baru MBG Berlaku, Distribusi Dipangkas Jadi 5 Hari
- Malam Mencekam di Bekasi, SPBE Cimuning Terbakar dan Meledak
- WFH ASN Berlaku, Cibubur Bisa Lebih Lengang atau Justru Ramai?
- Akomodasi di Cibubur Berkembang, Hotel Baru Terus Bermunculan


Leave a Comment