media-cibubur.com – Gaya hidup warga pinggiran kota seperti Cibubur kini semakin dinamis. Salah satu tren yang sedang berkembang pesat adalah hunian hybrid, yaitu rumah tinggal yang juga difungsikan sebagai tempat usaha.

Fenomena ini terlihat jelas di berbagai kompleks perumahan di kawasan Cibubur, mulai dari rumah subsidi hingga klaster menengah atas.
Banyak warga memanfaatkan area teras, garasi, atau lantai bawah rumah mereka untuk membuka usaha rumahan seperti warung kopi, laundry, toko kelontong, jasa pangkas rambut, hingga workshop online shop.

Tren ini juga didukung oleh pertumbuhan e-commerce dan perubahan pola konsumsi masyarakat yang lebih menyukai layanan dekat dan cepat. Tak heran, hunian hybrid menjadi solusi ekonomis dan praktis di tengah biaya sewa ruko atau kios yang terus meningkat.
Tantangan Tata Ruang dan Regulasi
Meski menjanjikan, tren ini juga menghadirkan tantangan. Tidak semua perumahan mengizinkan aktivitas usaha di area hunian.
Beberapa pengelola perumahan menetapkan aturan ketat terkait izin usaha, modifikasi bangunan, dan potensi gangguan terhadap ketertiban warga.
Peluang Bagi Pengembang dan UMKM
Analis properti lokal menyebut tren hunian hybrid bisa menjadi ceruk pasar baru, terutama bagi pengembang kelas menengah dan pelaku UMKM.
Banyak pengembang mulai mengakomodasi tren ini dengan merancang rumah-ruko (rukan) atau unit dengan layout fleksibel yang bisa dialihfungsikan sebagian untuk usaha.
Hunian hybrid di Cibubur kini bukan sekadar tren, tapi sudah menjadi gaya hidup. Rumah tidak lagi hanya menjadi tempat tinggal, tapi juga sarana produktif untuk menunjang ekonomi keluarga.
Dengan penataan yang tepat dan regulasi yang jelas, tren ini bisa menjadi solusi masa depan bagi kota-kota penyangga ibukota seperti Cibubur.


Leave a Comment