Home » Rencana Skytrain Cibubur: Alternatif Transportasi Publik Bebas Macet
Skytrain

Rencana Skytrain Cibubur: Alternatif Transportasi Publik Bebas Macet

media-cibubur.com – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah mengkaji pembangunan skytrain Cibubur–Mekarsari. Moda ini dirancang sebagai feeder LRT Jabodebek yang akan terhubung langsung ke Stasiun Harjamukti, Cibubur.

Keuntungan Naik KRT

Rute dan Jalur Layang

Skytrain sepanjang 13–14 kilometer ini akan melintasi Transyogi, Taman Buah Mekarsari dan Terminal Cileungsi. Jalurnya dibangun di atas tiang layang di sisi jalan, sehingga pembebasan lahan lebih minim dan pengerjaan lebih efisien.

Dengan rute ini, warga Mekarsari, Cileungsi, dan terutama warga Cibubur akan mendapatkan akses transportasi publik yang lebih cepat dan bebas macet menuju pusat Jakarta.

Skema Pembiayaan dan Investor

Proyek ini akan menggunakan skema KPBU (Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha) tanpa membebani APBN. Investor dari Jerman, China, hingga Belarusia sudah menunjukkan minat, bahkan ada yang mengajukan Letter of Intent (LoI).

Perhitungan awal menunjukkan, biaya pembangunan diperkirakan mencapai Rp 300–400 miliar per kilometer, dengan total investasi yang bisa menyentuh Rp 6,6 triliun jika rute diperpanjang.

Target Operasi

Saat ini proyek masih dalam tahap studi kelayakan. Jika sesuai rencana, pembangunan fisik dapat dimulai pada 2026, dengan target beroperasi pada 2028–2029.

Manfaat Bagi Warga Cibubur

  1. Akses lebih mudah ke LRT Jabodebek, sehingga tidak perlu lagi khawatir terjebak macet di jalur Transyogi.
  2. Waktu tempuh perjalanan dari Cileungsi atau Mekarsari menuju Cibubur akan lebih singkat dan efisien.
  3. Kehadiran skytrain dapat meningkatkan nilai hunian di kawasan Cibubur karena akses transportasi semakin modern.
  4. Memberikan pilihan moda transportasi baru, sehingga warga Cibubur tidak hanya bergantung pada kendaraan pribadi.

Tantangan dan Kemungkinan Penolakan

Meski disambut positif, ada beberapa kemungkinan tantangan di lapangan. Kemungkinan pertama adalah sebagian pengemudi angkot khawatir pendapatan mereka akan berkurang karena bersaing dengan rute serupa.

Kemungkinan kedua juga ada penolakan dari sebagian warga yang menilai keberadaan tiang layang dapat merubah keindahan kota, terutama di jalur utama Cibubur dan sekitarnya. Hal ini menjadi catatan penting bagi pemerintah agar tetap memperhatikan aspek estetika kota.

Transformasi Transportasi Jabodetabek

Jika terealisasi, skytrain Cibubur–Mekarsari akan menjadi tonggak baru transportasi modern di kawasan penyangga Jakarta.

Bagi warga Cibubur, kehadiran moda ini diharapkan membawa solusi mobilitas yang cepat, efisien, dan meningkatkan kualitas hidup.

Baca Artikel Lainnya :

More Reading

Post navigation

Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Register

Reset Password

Please enter your username or email address, you will receive a link to create a new password via email.