Home Β» Dari Kawasan Hijau ke Wilayah Padat, Wajah Baru Cibubur
Cibubur di Persimpangan

Dari Kawasan Hijau ke Wilayah Padat, Wajah Baru Cibubur

media-cibubur.com – Cibubur terus bergerak cepat. Kawasan yang dulu dikenal hijau dan relatif lengang kini berubah menjadi wilayah hunian padat.

Perumahan tumbuh masif. Apartemen bermunculan. Ruang terbuka hijau perlahan tersisih oleh bangunan dan akses jalan baru.

Perumahan Terus Bertambah, Lahan Kian Menyempit

Pembangunan perumahan di Cibubur masih berlangsung agresif. Proyek berskala besar seperti Asana Residence di sekitar akses Tol Cimanggis terus berkembang. Ribuan unit rumah dibangun dalam beberapa tahap.

Kota Wisata Cibubur juga belum berhenti memperluas klaster hunian. Area yang sebelumnya masih relatif terbuka kini mulai terisi bangunan permanen.

Di koridor Jalan Alternatif Cibubur, kawasan terpadu seperti Altea BLVD menunjukkan arah pembangunan baru. Konsekuensinya jelas, alih fungsi lahan terjadi cepat dan masif. Sementara itu, ruang hijau publik semakin tertinggal.

Baca Juga : Waspada Musim Hujan Ekstrem Timbulkan Kemacetan Panjang

Apartemen Muncul, Kepadatan Meningkat

Tak hanya rumah tapak, hunian vertikal ikut mempercepat kepadatan Cibubur. Apartemen berbasis transit seperti LRT City Cibubur tumbuh di sekitar Stasiun Harjamukti. Konsep yang ditawarkan adalah hidup praktis dan dekat transportasi massal.

Di sisi lain, kawasan mixed-use seperti Trans Park Cibubur menghadirkan apartemen yang terintegrasi dengan pusat belanja dan hotel. Bagi pasar properti, ini peluang namun tidak bagi kawasan.

Selain itu, pembangunan Apartemen Majapahit juga tengah berlangsung di Cibubur. Proyek ini masih berada pada tahap konstruksi walaupun mendapat protes warga sekitar. Kehadirannya menambah deretan hunian vertikal yang terus berkembang di kawasan ini.

Jumlah penghuni bertambah. Namun kapasitas jalan, sistem drainase, dan ruang hijau tidak bertambah dengan kecepatan yang sama.

Ruang Hijau Makin Terdesak

Seiring padatnya hunian, ruang terbuka hijau publik semakin sulit ditemukan. Banyak ruang hijau kini berada di dalam kawasan privat perumahan. Akses warga menjadi terbatas.

Di luar pagar klaster, kawasan hijau terasa semakin menyempit. Dampaknya mulai dirasakan. Suhu kawasan terasa lebih panas. Genangan air muncul di titik-titik baru saat hujan.

Cibubur di Persimpangan

Pembangunan membawa pertumbuhan ekonomi dan fasilitas baru. Namun tanpa pengendalian yang seimbang, dampak negatifnya semakin terasa dalam keseharian warga.

Kemacetan kini bukan lagi peristiwa sesekali. Ia menjadi rutinitas. Kepadatan lalu lintas terjadi saat akhir pekan. Arus kendaraan menuju pusat perbelanjaan dan kawasan hiburan meningkat sejak siang.

Pada hari kerja, kemacetan muncul sejak pagi saat jam berangkat kerja. Kondisi serupa terulang pada sore hingga malam hari saat jam pulang kerja.

Hunian yang terus bertambah tidak diimbangi peningkatan kapasitas jalan dan manajemen lalu lintas.

Cibubur kini berada di persimpangan. Kawasan ini bisa terus berkembang tanpa rem, dengan konsekuensi kemacetan yang makin parah. Atau mulai menata ulang arah pembangunan agar pertumbuhan tidak mengorbankan kenyamanan warganya.


Baca Artikel Lainnya :

More Reading

Post navigation

Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Register

Reset Password

Please enter your username or email address, you will receive a link to create a new password via email.