media-cibubur.com – Kenyamanan warga Kota Wisata sepertinya akan terusik. Rencana pembangunan gedung perkantoran 7 lantai milik FIFGROUP di dekat permukiman Cluster Virginia memicu gelombang penolakan dari warga.

Pembangunan yang berada di kawasan Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor itu dinilai tidak sejalan dengan konsep hunian yang selama ini dikenal tenang dan tertata. Warga menilai aktivitas proyek sudah mulai berdampak pada lingkungan sekitar.
Warga Cluster Virginia Gelar Aksi
Penolakan pertama mencuat pada Selasa, 3 Februari 2026. Puluhan warga Cluster Virginia mendatangi lokasi proyek dan menyampaikan protes secara langsung.
Mereka meminta agar pembangunan dihentikan sementara. Warga menilai proses komunikasi tidak berjalan sejak awal perencanaan proyek.
Beberapa warga membawa spanduk berisi tuntutan. Intinya, mereka ingin ada dialog terbuka sebelum proyek dilanjutkan.


Peace Walk Kembali Digelar
Aksi tidak berhenti di situ. Pada Sabtu, 7 Februari 2026, warga kembali turun ke jalan. Mereka menggelar aksi damai bertajuk peace walk mengelilingi area sekitar proyek.
Aksi ini diikuti oleh berbagai kalangan. Ada ibu-ibu, anak-anak, hingga lansia yang merasa terdampak langsung oleh aktivitas pembangunan.
Suasana berlangsung tertib. Namun pesan yang disampaikan cukup tegas, yakni menolak keberadaan gedung tujuh lantai di dekat kawasan hunian.

Keluhan Soal Kebisingan dan Getaran
Warga mengeluhkan suara alat berat yang dinilai mengganggu. Getaran dari proses konstruksi juga disebut terasa hingga ke dalam rumah.
Bagi warga lanjut usia, kondisi ini dianggap sangat mengganggu kenyamanan. Mereka merasa kualitas hidup menurun sejak proyek berjalan. Mereka hanya ingin hidup tenang di masa tuanya.
Selain itu, warga juga mempertanyakan dampak jangka panjang jika gedung perkantoran beroperasi penuh. Aktivitas keluar masuk kendaraan dinilai bisa menambah kepadatan lalu lintas di dalam kawasan.
Warga Minta Pembangunan Dihentikan Sementara
Dalam setiap aksi, tuntutan utama warga tetap sama. Mereka meminta penghentian sementara pembangunan sampai ada kejelasan dan dialog resmi.
Warga menegaskan penolakan bukan bentuk antipati terhadap dunia usaha. Mereka hanya ingin memastikan lingkungan hunian tetap sesuai peruntukan dan nyaman untuk ditinggali.
Polemik ini masih bergulir di tengah warga. Semua pihak kini diharapkan dapat duduk bersama mencari solusi yang adil. Semoga jalan terbaik dapat diperoleh semua pihak.
Cek informasi lain di : https://twitter.com/themediacibubur
Baca Artikel Lainnya :
- Ascott Menteng Jakarta Mempersembahkan “Simfoni untuk Bumi” dalam Perayaan Earth Hour 2026
- Kebijakan Baru MBG Berlaku, Distribusi Dipangkas Jadi 5 Hari
- Malam Mencekam di Bekasi, SPBE Cimuning Terbakar dan Meledak
- WFH ASN Berlaku, Cibubur Bisa Lebih Lengang atau Justru Ramai?
- Akomodasi di Cibubur Berkembang, Hotel Baru Terus Bermunculan


Leave a Comment