media-cibubur.com – Selama dua hari berturut-turut, 2 dan 3 Mei 2026, kawasan Cibubur dan sekitarnya berubah menjadi titik kemacetan parah yang terasa seperti “neraka” bagi para pengguna jalan.
Antrean kendaraan mengular hingga berkilo-kilometer, membuat waktu tempuh yang biasanya singkat berubah menjadi berjam-jam.
Konser Jadi Pemicu
Lonjakan kendaraan ini tak lepas dari adanya acara konser besar yang digelar selama dua hari. Ribuan orang datang dari berbagai daerah, sebagian besar menggunakan kendaraan pribadi.
Namun, persoalan tidak berhenti di situ. Minimnya rekayasa lalu lintas, kurangnya petugas di titik krusial, minimnya rekayasa di area pintu masuk membuat kondisi semakin tidak terkendali.
Akibatnya, kemacetan tidak hanya terjadi di sekitar lokasi acara, tetapi merambat hingga ke jalan-jalan utama dan akses tol di sekitarnya.

Kemacetan Mengular Sejak Siang hingga Malam
Kepadatan mulai terasa sejak siang hari dan terus memuncak hingga malam. Arus kendaraan dari berbagai arah bertemu di satu titik, menciptakan bottleneck yang sulit diurai.
Puncak kemacetan terjadi pada dua momen krusial: saat konser mulai dan ketika acara bubar. Di waktu-waktu ini, volume kendaraan meningkat drastis dalam waktu singkat, membuat jalanan praktis lumpuh total.
Nampak Jalan tol baik ke arah Bogor maupun Jakarta mengalami kemacetan hingga berkilo kilo meter.
Tak pelak di media sosial pun muncul keluhan warga sejak hari pertama. Banyak yang membagikan pengalaman terjebak macet berjam-jam, lengkap dengan foto dan video antrean kendaraan yang nyaris tidak bergerak. Berbagai komentar negatif pun membanjiri video tersebut.
Evaluasi Jadi Hal yang Tak Bisa Ditunda
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa setiap event besar harus diiringi dengan perencanaan matang, terutama dalam hal manajemen lalu lintas.
Panitia konser juga harus profesional, harus melihat rekam jejak jika ingin mengadakan konser di Buperta, harus bisa bekerjasama dengan seluruh pihak agar kejadian kemacetan bisa di minimalisir.
Tanpa koordinasi yang baik, euforia acara justru berubah menjadi beban bagi masyarakat luas.
Jika tidak ada evaluasi serius, bukan tidak mungkin kejadian serupa akan kembali terulang di masa depan.
Dan saat itu terjadi, publik hanya bisa kembali bertanya, apakah kita benar-benar sudah belajar dari kemacetan “dua hari seperti neraka” ini?
Cek juga berita lainnya di : https://x.com/themediacibubur
Baca Artikel Lainnya :
- Macet Berkilo-kilometer Lumpuhkan Cibubur
- Scudetto Milik Inter, Siapa Jawara di Inggris dan Spanyol?
- Euforia Konser Datang, Macet Mengintai Cibubur
- Raih Agoda Gold Circle Award, Vasaka Hotel Jakarta Berikan Kejutan Manis di Hari Kartini
- Meriahkan 11 Tahun Hotel Ciputra Cibubur, Ada Talk Show dan Giveaway Menarik


Leave a Comment