Media-cibubur.com – Penutupan total Jembatan Wika atau Jembatan Kedep di kawasan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, mulai menimbulkan kemacetan di sejumlah jalur alternatif.
Jembatan penghubung Gunung Putri dan Klapanunggal itu resmi ditutup sejak 23 Mei 2026 untuk proses rekonstruksi total. Proyek pembangunan ulang jembatan diperkirakan berlangsung hingga 29 Desember 2026.
Penutupan dilakukan karena kondisi jembatan dinilai sudah tua dan membutuhkan pembangunan ulang demi keamanan pengguna jalan. Selama proses pengerjaan berlangsung, seluruh kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas di jalur tersebut.

Jalur Alternatif Mulai Dipadati Kendaraan
Sejak penutupan diberlakukan, arus kendaraan dari arah Cileungsi, Gunung Putri dan Klapanunggal dialihkan ke sejumlah jalur alternatif seperti Cikuda, Wanaherang, Cicadas hingga Nambo. Namun kapasitas jalan yang terbatas membuat kepadatan kendaraan sulit dihindari.
Di media sosial, banyak warga mulai membagikan kondisi antrean kendaraan yang mengular cukup panjang di kawasan Wanaherang. Titik kepadatan paling terasa terlihat di sekitar Pasar Wanaherang hingga pertigaan Wanaherang, terutama saat jam berangkat dan pulang kerja.
Lalu lintas sudah bergerak lambat akibat meningkatnya volume kendaraan dari jalur pengalihan.
Tidak sedikit pengendara roda dua maupun mobil pribadi memilih masuk ke jalan lingkungan untuk menghindari titik macet utama. Namun kondisi itu justru membuat kemacetan melebar ke sejumlah ruas jalan kecil di sekitar Wanaherang dan Cikuda.

Diperkirakan Berlangsung Berbulan-Bulan
Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Dinas Perhubungan telah menyiapkan sejumlah jalur alternatif selama proses pembangunan jembatan berlangsung. Kendaraan dari arah timur menuju barat diarahkan melalui jalur Cikuda, Wanaherang, Cicadas hingga Tlajung Udik.
Sementara kendaraan dari arah barat menuju timur dialihkan melalui kawasan Nambo, Bantarjati hingga Simpang Indocement.
Banyak warga menyayangkan penutupan Jembatan Wika dilakukan tanpa lebih dulu membangun jembatan sementara atau jembatan pengganti. Bahkan hal ini sempat di demo oleh warga dan para supir angkot.
Meski jalur alternatif sudah disiapkan, kepadatan kendaraan diperkirakan tetap sulit dihindari. Apalagi kawasan Gunung Putri menjadi salah satu jalur utama aktivitas pekerja dan kendaraan logistik di Kabupaten Bogor.
Dengan durasi proyek yang diperkirakan berlangsung hingga akhir tahun 2026, warga diminta mulai menyesuaikan waktu perjalanan agar tidak terjebak antrean panjang, terutama pada pagi dan sore hari. Kondisi kemacetan diperkirakan masih akan terus terjadi selama proses pembangunan jembatan berlangsung.
Baca Artikel Lainnya :
- Gunung Putri Bersiap Hadapi Macet Panjang Usai Jembatan Wika Direnovasi.
- MasjidCloud, Aplikasi Kelola Dana Masjid Secara Modern
- Mobil di Atas 1.400 CC Dilarang Isi Pertalite Mulai 1 Juni 2026 ?
- Hotel Ciputra Cibubur Gelar Acara Talk Show Untuk Rayakan Ulang Tahun Hotel
- Pemerintah Putuskan Pangkas Anggaran MBG 2026


Leave a Comment