Media-cibubur.com – Aksi pemotor yang melawan arus di Jalan Transyogi Cibubur sepertinya sudah menjadi hal yang biasa. Terutama di jalur depan Kota Wisata menuju putaran balik Al Azhar, Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
Pelanggaran ini sudah berlangsung cukup lama sejak putaran balik dipindahkan ke dekat Al Azhar. Meski sudah ada rambu dan jalur putar yang disediakan, masih banyak pengendara yang memilih mengambil jalan pintas dengan melawan arus.

Ingin Cepat, Tidak Mau Memutar Jauh
Alasan para pengendara sebenarnya hampir sama. Mereka ingin lebih cepat sampai tujuan dan tidak ingin memutar lebih jauh.
Jika mengikuti jalur yang benar, pengendara harus memutar hingga putaran balik di dekat SPBU/Bukaka. Karena merasa jaraknya terlalu jauh, mereka memilih melawan arus meski tahu tindakan itu melanggar aturan.
Padahal, beberapa menit yang dihemat tidak sebanding dengan risiko yang bisa terjadi di jalan.
Membahayakan Pengguna Jalan Lain
Aksi melawan arus bukan hanya melanggar aturan lalu lintas, tetapi juga membahayakan pengguna jalan lainnya.
Pengendara dari arah yang benar sering kali harus mengurangi kecepatan atau menghindar saat berpapasan dengan motor yang datang dari arah berlawanan.
Dan terkadang kendaraan dari arah Jakarta harus berhenti dahulu demi mempersilahkan mereka menyebrang jalur. Dalam kondisi jalan yang ramai, situasi seperti ini bisa memicu kecelakaan kapan saja.
Risiko semakin besar pada jam sibuk ketika volume kendaraan di Jalan Transyogi sedang tinggi.
Kemacetan Semakin Sulit Diatasi
Selain soal keselamatan, pelanggaran ini juga ikut memperparah kemacetan di Jalan Transyogi.
Saat ada motor melawan arus, kendaraan dari arah yang benar terpaksa melambat atau bahkan sampai berhenti agar bisa memberi ruang. Akibatnya, arus lalu lintas menjadi tersendat dan antrean kendaraan semakin panjang.
Padahal, kawasan Transyogi setiap pagi dan sore memang sudah dikenal sebagai salah satu titik kemacetan di wilayah Cibubur dan Gunung Putri.
Polisi Mulai Melakukan Penertiban
Melihat pelanggaran yang terus berulang, dilansir dari akun sosial medianya, Polsek Gunung Putri mulai melakukan penertiban di lokasi tersebut.
Petugas menghentikan pengendara yang kedapatan melawan arus dan memberikan tindakan sesuai aturan. Penertiban ini diharapkan bisa mengurangi pelanggaran sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih tertib berlalu lintas.

Perlu Kesadaran Bersama
Penertiban dari kepolisian tentu menjadi langkah yang baik. Namun, perubahan tidak akan terjadi jika pengendara masih menganggap melawan arus sebagai jalan pintas.
Memutar sedikit lebih jauh memang membutuhkan waktu tambahan. Namun, cara itu jauh lebih aman dibanding mengambil risiko yang bisa membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain.
Jika kebiasaan melawan arus terus dibiarkan, kemacetan akan tetap terjadi dan potensi kecelakaan di Jalan Transyogi Cibubur akan semakin besar.
Baca Artikel Lainnya :
- Pemotor Melawan Arus di Transyogi Cibubur, Polisi Gunung Putri Mulai Bertindak
- Sate H. Subali, Tempat Makan Sate Nyaman di Kota Wisata
- Perempat Final Dimulai: Maroko Bawa Misi Balas Dendam ke Prancais
- Macet Perbaikan Jalan Cibubur Junction, Lewati Jalur Alternatif Ini
- Argentina dan Swiss Siap Tempur di 16 Besar Untuk Perebutan 2 Tiket Terakhir


Leave a Comment