media-cibubur.com – Gunung Anak Krakatau kembali bergejolak. Kali ini, aktivitas erupsi tidak hanya menjadi perhatian warga di sekitar Selat Sunda, tetapi dampaknya mulai terasa hingga wilayah Jabodetabek.
Gunung Anak Krakatau mulai mengalami erupsi pada Jumat malam, 4 September 2026 sekitar pukul 23.07 WIB. Aktivitas erupsi kemudian terus berlanjut hingga Sabtu dan menghasilkan sebaran abu vulkanik yang terbawa angin ke wilayah yang lebih jauh.

Abu Vulkanik Mulai Sampai Jabodetabek
Minggu pagi, 6 September 2026, sebaran abu vulkanik Anak Krakatau terpantau sudah mencapai sebagian wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan kawasan Jabodetabek lainnya. Kondisi ini juga ramai dibicarakan di media sosial.
Sejumlah warga melaporkan adanya debu yang mulai terlihat sejak Sabtu malam, termasuk di kawasan Cibubur dan Cileungsi.
Sebaran abu ke wilayah Jabodetabek juga telah terpantau melalui pemantauan atmosfer dan citra satelit BMKG.
Dampak sebaran abu bahkan sudah mengganggu aktivitas penerbangan. Bandara Soekarno-Hatta sempat menghentikan operasional akibat adanya sebaran abu vulkanik di wilayah udara sekitar bandara.

Bahaya Abu Vulkanik
Abu vulkanik bukan sekadar debu biasa. Partikelnya sangat halus sehingga dapat mengganggu saluran pernapasan serta menyebabkan iritasi pada mata dan kulit. Abu juga dapat mengurangi jarak pandang dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Karena itu, warga yang mulai melihat adanya abu vulkanik di lingkungan sekitar sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan. Gunakan masker ketika harus keluar rumah dan lindungi mata jika kondisi udara terlihat berdebu.
Mitigasi Saat Abu Vulkanik Turun
Disarankan menutup pintu dan jendela untuk mencegah abu masuk ke dalam rumah. Sumber air sebaiknya ditutup agar tidak tercemar abu vulkanik.
Jika abu menempel di kendaraan atau permukaan rumah, bersihkan dengan hati-hati dan hindari membuat abu kembali beterbangan.

Yang tidak kalah penting, masyarakat sebaiknya tidak mudah panik maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Pantau terus perkembangan dari BMKG, PVMBG, BNPB dan pemerintah daerah.
Saat ini Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga. Masyarakat, wisatawan dan pengunjung juga dilarang mendekati kawasan kawah aktif dalam radius 3 kilometer.
Bagi warga Cibubur, Cileungsi dan wilayah Jabodetabek lainnya, abu vulkanik yang mulai terpantau menjadi pengingat untuk meningkatkan kewaspadaan. Tidak perlu panik, tetapi tetap lindungi diri dan keluarga apabila sebaran abu kembali terjadi.
Cek informasi lain di : https://twitter.com/themediacibubur
Baca Artikel Lainnya :
- Erupsi Gunung Anak Krakatau, Debu Vulkanik Serbu Jabodetabek
- Rayakan Hari Pelanggan Nasional, Canting Restaurant Hadirkan Apresiasi Spesial untuk Para Tamu
- Siap-Siap Party! Glorifest 2026 Siap Guncang Cibubur
- PrimeBiz Hotel Cikarang, Lebih dari Sekadar Tempat Menginap: Hadirkan Venue Meeting, Gathering hingga Wedding Berkapasitas 500 Orang
- Sempat Mandek, LRT City Kini Dapat Suntikan Dana


Leave a Comment