media-cibubur.com – Pemerataan pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah di banyak daerah berkembang, terutama di Jawa Barat.
Di wilayah seperti Jonggol, masalahnya bukan hanya kualitas. Jarak ke sekolah juga menjadi tantangan besar bagi siswa.
Banyak pelajar harus menempuh perjalanan jauh setiap hari. Tidak sedikit yang bahkan keluar kecamatan hanya untuk bersekolah.
Kini, kondisi itu mulai berubah.
KDM Resmikan SMA Negeri 3 Jonggol
Akhirnya pada Kamis, 16 April 2026, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meresmikan SMA Negeri 3 Jonggol di Kabupaten Bogor.
Peresmian ini menjadi bagian dari langkah pemerintah provinsi. Tujuannya memperluas akses pendidikan di wilayah dengan pertumbuhan cepat seperti Jonggol.

Dalam kesempatan itu, Dedi menegaskan arah pembangunan saat ini. Fokusnya tidak hanya pada infrastruktur fisik seperti jalan.
Pendidikan juga menjadi prioritas. Alasannya sederhana, dampaknya bersifat jangka panjang.
Kurangi Jarak
Kehadiran SMA Negeri 3 Jonggol menjadi jawaban atas keterbatasan sekolah negeri di wilayah tersebut.
Selama ini, banyak siswa harus menempuh perjalanan cukup jauh. Bahkan, sebagian harus keluar kecamatan.
Kondisi ini tidak hanya melelahkan. Biaya juga ikut meningkat. Selain itu, faktor keselamatan menjadi perhatian tersendiri bagi orang tua.
Dengan adanya sekolah baru ini, daya tampung siswa ikut bertambah. Jarak tempuh pun menjadi lebih dekat.
Dari Pajak Kembali ke Masyarakat
Dalam pernyataannya, Dedi juga menyinggung soal pembiayaan pembangunan sekolah.
Ia menjelaskan bahwa dana berasal dari pendapatan daerah. Salah satunya dari pajak kendaraan bermotor.
Dana tersebut kemudian dikembalikan ke masyarakat. Bentuknya adalah layanan publik, termasuk pendidikan.
Pendidikan menjadi prioritas. Dampaknya tidak hanya dirasakan sekarang, tetapi juga ke depan.
Perkembangan Bogor Timur
Kehadiran SMAN 3 Jonggol menjadi tanda perubahan di wilayah timur Bogor.
Daerah yang sebelumnya pernah tertinggal mulai mendapat perhatian lebih serius.
Jika sebelumnya akses menjadi masalah utama, kini tantangan berikutnya bergeser: bagaimana memastikan kualitas pendidikan bisa ikut meningkat seiring bertambahnya fasilitas.
Karena pada akhirnya, sekolah bukan sekadar tempat belajar. Di sanalah masa depan sedang dipersiapkan.


Leave a Comment