Pimpinan BGN DIganti

Kejagung Geledah Kantor BGN Usai Pergantian Pimpinan

Media-cibubur.com – Rabu pagi, 3 Juni 2026, di depan kantor BGN di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, suasana sejak pagi sebenarnya tampak berbeda. Deretan karangan bunga ucapan selamat atas pelantikan Nanik terlihat memenuhi area depan gedung. Ucapan tersebut datang dari berbagai pihak yang menyambut pergantian pimpinan di tubuh BGN.

Namun di tengah suasana itu, penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) justru melakukan penggeledahan di dalam kantor BGN. Gerbang gedung sempat ditutup rapat dan sejumlah pegawai terlihat menunggu di area lobi karena belum diperbolehkan masuk selama proses berlangsung.

Penggeledahan tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Prabowo Subianto mengganti jajaran pimpinan BGN dan menunjuk Nanik S Deyang sebagai kepala baru lembaga tersebut.

Sejumlah informasi yang beredar juga menyebut adanya dugaan operasi tangkap tangan (OTT) sebelum penggeledahan dilakukan. Hingga siang hari, Kejagung memang belum memberikan penjelasan rinci terkait perkara yang sedang diusut maupun pihak-pihak yang diperiksa. Namun aktivitas keluar masuk penyidik dan penjagaan ketat di area kantor membuat perhatian publik langsung tertuju ke BGN.

Publik pun mulai mengaitkan penggeledahan tersebut dengan berbagai polemik yang selama ini membayangi program MBG. Apalagi pergantian pimpinan dilakukan secara mendadak setelah program tersebut terus menuai kritik di berbagai daerah.

Sejumlah Kontroversi BGN dibawah Kepemimpinan Dadan

Selama dipimpin Dadan Hindayana, program MBG memang beberapa kali menjadi perdebatan publik.

Selain sejumlah pengadaan fasilitas operasional seperti motor, laptop hingga kaos kaki dan semir sepatu, pelaksanaan MBG di lapangan juga terus menuai kritik.

Sorotan semakin besar setelah muncul berbagai laporan kondisi makanan MBG yang dianggap tidak sesuai dengan laporan resmi pemerintah dalam rapat bersama Presiden Prabowo Subianto.

Dalam salah satu rapat di Istana Negara, Dadan sempat menyampaikan bahwa program MBG membutuhkan sekitar 19 ribu ekor sapi per hari.

Selain itu jutaan ikan lele untuk memenuhi kebutuhan protein nasional jika program berjalan penuh di seluruh Indonesia.

Namun di lapangan, banyak siswa justru memperlihatkan menu makanan yang dinilai jauh dari gambaran tersebut.

Sejumlah unggahan di media sosial menunjukkan menu MBG yang lebih sederhana dan jarang menampilkan daging sapi seperti yang disampaikan dalam laporan resmi pemerintah.

Susu 2 Liter Sehari

Kontroversi lain muncul ketika Dadan menyampaikan anjuran konsumsi susu hingga dua liter per hari untuk membantu pertumbuhan anak Indonesia.

Pernyataan tersebut langsung ramai dikritik masyarakat karena dianggap tidak sesuai dengan kondisi ekonomi sebagian besar rakyat Indonesia. Banyak warga menilai kebutuhan pokok sehari-hari saja masih sulit dipenuhi sehingga anjuran tersebut dinilai terlalu jauh dari kondisi nyata masyarakat.

Ulat Sagu dan Serangga Jadi Alternatif MBG

Polemik berikutnya muncul ketika Dadan membuka kemungkinan penggunaan ulat sagu, belalang hingga serangga sebagai alternatif sumber protein dalam menu MBG.

Pernyataan itu langsung viral dan menjadi bahan perdebatan luas di media sosial. Banyak masyarakat menilai usulan tersebut sulit diterima karena tidak sesuai dengan kebiasaan makan mayoritas warga Indonesia.

Bahkan netizen pun menyarankan agar pihak BGN beserta keluarganya yang mencoba terlebih dahulu makanan tersebut

Kasus Keracunan Massal di Berbagai Daerah

Program MBG juga terus dibayangi kasus keracunan makanan di sejumlah daerah. Ribuan siswa dilaporkan mengalami mual, muntah hingga harus mendapatkan penanganan medis di rumah sakit setelah menyantap makanan dari program tersebut.

Data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia mencatat sejak awal 2025 hingga April 2026 sedikitnya 33.626 pelajar diduga menjadi korban keracunan MBG di berbagai wilayah Indonesia.

Kasus-kasus itu memicu kekhawatiran publik terhadap standar keamanan pangan dan pengawasan dapur MBG yang dinilai masih lemah. Banyak pihak mendesak evaluasi total agar program besar tersebut tidak justru membahayakan kesehatan anak-anak sekolah.

Wacana MBG Sampai Arab Saudi

Belum reda polemik di dalam negeri, publik kembali dibuat heran atas pernyataan Dadan setelah muncul wacana program MBG akan diperluas hingga Arab Saudi.

Program tersebut direncanakan menyasar anak-anak pekerja migran Indonesia di Sekolah Indonesia Jeddah. Wacana itu muncul hanya sehari sebelum Dadan dicopot dari jabatan Kepala BGN.

Kini masyarakat menanti langkah dan gebrakan baru dari pimpinan BGN yang baru. Publik berharap evaluasi besar-besaran dilakukan agar program MBG benar-benar kembali berjalan sesuai tujuan awal dan tidak lagi terus memunculkan polemik di tengah masyarakat.

Namun di tengah harapan tersebut, pertanyaan baru mulai bermunculan. Sebab Nanik S Deyang bukan sosok baru di tubuh BGN. Sebelum ditunjuk menjadi kepala lembaga, ia sebelumnya juga berada dalam jajaran pimpinan BGN bersama Dadan Hindayana.

Karena itu, jika nantinya Kejagung benar-benar menemukan adanya dugaan pelanggaran atau kasus di internal BGN, apakah Nanik nantinya juga akan ikut terseret dalam kasus tersebut?

Hingga saat ini Kejagung sendiri masih belum mengungkap secara rinci perkara yang sedang diusut maupun pihak-pihak yang akan dimintai keterangan setelah penggeledahan kantor BGN pagi tadi.

Baca Artikel Lainnya :

More Reading

Post navigation

Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *