media-cibubur.com – Suara tepuk tangan dan hentakan tangan terdengar memenuhi auditorium Mall Living World Kota Wisata pada Minggu, 16 Agustus 2026. Sejak siang hingga malam hari, panggung dipenuhi gerakan kompak para pelajar yang tampil dalam Ratoh Jaroe Competition dalam rangkaian acara Sparkling Indonesia.
Sebanyak 12 tim dari tingkat SMP dan SMA se-Jabodetabek ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Mereka tidak hanya membawa semangat untuk menjadi juara, tetapi juga menunjukkan kecintaan terhadap seni dan budaya Indonesia.
Acara yang dipandu Kak Michael dan Kak Betha ini berlangsung meriah. Setiap tim tampil dengan koreografi, kostum, serta kekompakan masing-masing.


Mengenal Ratoh Jaroe
Ratoh Jaroe merupakan salah satu tari kreasi yang berkembang dari budaya Aceh. Tarian ini banyak menampilkan gerakan tangan yang cepat dan dilakukan secara serempak oleh para penari.
Sekilas, Ratoh Jaroe memiliki kemiripan dengan Tari Saman. Namun, keduanya memiliki sejumlah perbedaan. Tari Saman berasal dari tradisi masyarakat Gayo, Aceh, dan secara tradisional ditampilkan oleh penari laki-laki.

Sementara Ratoh Jaroe umumnya dibawakan oleh penari perempuan. Gerakannya juga lebih banyak dikembangkan sebagai tari kreasi dengan koreografi yang dinamis dan dapat disesuaikan dengan perkembangan zaman.
Dewan Juri Apresiasi Penampilan Peserta
Dewan juri yang terdiri dari Ibu Ratih, Bapak Dagdo, dan Ibu Asih dari Asosiasi Rumoh Budaya Isaka menilai penampilan peserta tahun ini sangat baik.
Menurut mereka, persiapan para peserta terlihat cukup matang. Hal tersebut terlihat dari kekompakan ketika berada di atas panggung.
Ibu Indah menjelaskan terdapat tiga kriteria utama yang menjadi perhatian dalam penilaian, yaitu kekompakan, kreativitas, dan penampilan.

Jumlah penari juga menjadi salah satu faktor yang diperhatikan. Semakin banyak anggota dalam satu tim, tingkat kesulitan dalam menjaga kekompakan dan membentuk koreografi juga semakin tinggi.
Para juri berharap generasi muda Indonesia semakin memberikan perhatian terhadap kebudayaan sendiri.
Terlebih, Ratoh Jaroe saat ini sudah dikenal hingga tingkat internasional. Karena itu, seni budaya Indonesia perlu terus dikenalkan kepada anak-anak sejak dini agar tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.
Pertama Kali Ikut Perlombaan
Salah satu peserta datang dari SMP Plus Nurul Hikmah Al Hakim, Jonggol. Pembina tim, Tata Praditha, mengaku senang dengan adanya kompetisi tersebut.
Meski demikian, para peserta sempat merasa deg-degan karena ini menjadi pengalaman pertama mereka mengikuti perlombaan.

Biasanya, mereka hanya tampil dalam berbagai acara di sekolah. Sementara Ratoh Jaroe sendiri baru mereka pelajari sekitar enam bulan terakhir.
“Biasanya mereka hanya tampil di acara sekolah. Kalau untuk perlombaan, ini pertama kali,” ujar Tata.
Tambah Pengalaman dan Kenalan Baru
Semangat serupa juga terlihat dari peserta asal Tangerang Selatan, yakni SMA 11 Tangerang Selatan.
Tim yang beranggotakan 17 orang tersebut datang dengan membawa semangat untuk mendapatkan pengalaman baru.

Khaila, selaku leader, mengaku senang bisa mengikuti kompetisi tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat menambah pengalaman mereka.
“Adanya acara ini bisa menambah pengalaman, menambah hal-hal yang baru dan menambah kenalan,” ungkap Khaila.
Bagi para peserta, kompetisi bukan hanya soal mendapatkan gelar juara. Bertemu dengan tim lain dan tampil di hadapan penonton juga menjadi pengalaman yang berharga.
Budaya Daerah Perlu Terus Dihidupkan
Ratoh Jaroe Competition dalam rangka Sparkling Indonesia akhirnya menjadi lebih dari sekadar perlombaan. Panggung di Mall Living World Kota Wisata menjadi ruang bagi para pelajar untuk mengenal, mempelajari, sekaligus menunjukkan budaya Indonesia.
Ke depan, diharapkan semakin banyak kegiatan yang mengangkat seni dan budaya daerah. Pelestarian budaya tidak harus selalu menunggu program dari pemerintah.
Seluruh unsur masyarakat, komunitas, sekolah, dunia usaha, hingga generasi muda dapat mengambil bagian. Dengan semakin banyaknya kegiatan bernuansa kedaerahan di ruang publik, anak-anak Indonesia diharapkan semakin mengenal, mencintai, dan bangga terhadap kebudayaannya sendiri.
Terlebih, kegiatan seperti ini menjadi semakin bermakna ketika digelar dalam momentum memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia.
Semoga semakin banyak event yang mengangkat budaya daerah dan melibatkan generasi muda. Bukan hanya pemerintah, tetapi seluruh unsur kerakyatan dapat ikut mengambil peran dalam menjaga budaya Indonesia agar terus hidup dan semakin dikenal hingga ke tingkat internasional.
Baca Artikel Lainnya:
- Upacara HUT ke-81 RI di Istana Berlangsung Khidmat, Lagu Tanah Airku Bikin Haru
- HUT 81 RI, Tarif TransJakarta dan MRT Jakarta Cuma Rp8 Hari Ini
- Ratoh Jaroe Competition Meriahkan Sparkling Indonesia di Living World Kota Wisata
- Avenzel Hotel & Convention dan MBI Bogor Hadirkan Pengalaman “FLAME & FEAST BBQ” di Crema Garden
- Semarak Jambore Nasional XII, Angkat Semangat Swasembada Pangan


Leave a Comment