media-cibubur.com – Memasuki bulan Ramadan, kewaspadaan terhadap kriminalitas kembali menjadi perhatian warga di kawasan timur Kabupaten Bogor, khususnya di koridor Cibubur–Cileungsi.
Dalam beberapa pekan terakhir, percakapan warga di media sosial menunjukkan adanya pola gangguan keamanan yang mulai berulang. Meski belum masif, tren ini dinilai perlu diantisipasi sejak dini agar tidak berkembang saat puncak Ramadan.

Aktivitas Malam Meningkat, Peluang Kejahatan Ikut Terbuka
Mobilitas warga yang tinggi pada malam hari kerap dimanfaatkan pelaku yang mencari celah dari kelengahan pengguna jalan maupun pemilik kendaraan.
Beberapa kejadian yang patut diwaspadai warga antara lain:
- pencurian motor di parkiran ruko dan minimarket bahkan tempat ibadah
- penjambretan barang berharga seperti kalung, handphone
- aksi begal motor di ruas jalan sepi
- pencurian rumah kosong saat pemilik beribadah
- modus pecah kaca dan ban kempes yang menyasar pengendara
Baca Juga : Pedasnya Bikin Menjerit, Harga Cabai Rawit Masih Mahal
Modus Ban Kempes
Salah satu modus yang kembali dibicarakan warga adalah ban kempes. Dari sejumlah laporan lapangan, pelaku diduga tidak bekerja sendiri.
Polanya disebut cukup rapi:
- pelaku bergerak menggunakan 3 hingga 4 sepeda motor
- 1 hingga 3 motor bertugas mengalihkan perhatian korban pengendara mobil
- korban diberi tahu ban bermasalah atau dibuat panik
- saat korban menepi atau berhenti, anggota lain mendekat
- dalam hitungan detik, barang berharga di mobil diambil

Karena berlangsung cepat dan terkoordinasi, korban kerap baru menyadari setelah pelaku sudah menjauh. Modus ini dinilai berbahaya karena memanfaatkan fokus korban yang terpecah.
Modus Pecah Kaca Semakin Marak
Selain ban kempes, laporan tentang pecah kaca mobil juga sempat muncul di kawasan ini. Namun pola tersebut hanya salah satu dari beberapa modus yang beredar.
Dalam sejumlah kejadian, pelaku memanfaatkan mobil yang parkir agak jauh dari pengawasan dengan barang berharga terlihat dari luar.
Tas berisi laptop, barang berharga hingga uang bisa raib seketika. Aksi berlangsung singkat lalu pelaku kabur.

Perlu Kewaspadaan Bersama
Aparat biasanya meningkatkan patroli saat bulan puasa. Namun pengalaman tiap tahun menunjukkan pelaku justru mencari momen ketika warga lengah.
Ramadan seharusnya menjadi momentum ibadah yang aman dan tenang. Tanpa kewaspadaan bersama, kawasan dengan mobilitas tinggi di wilayah timur Kabupaten Bogor akan terus menjadi target empuk pelaku kejahatan musiman.
Sudah saatnya kita tingkatkan kewaspadaan, antara lain dengan tidak meninggalkan barang berharga di kendaraan, mengaktifkan kembali ronda lingkungan dan segera laporkan aktivitas mencurigakan.
Ingat, “Kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat pelakunya, tetapi juga karena adanya kesempatan. Waspadalah! Waspadalah!”
Cek informasi lain di : https://twitter.com/themediacibubur
Baca Artikel Lainnya :
- Jelang Mudik Lebaran 2026, Tarif Tol Batang–Semarang Naik Hampir 30 Persen
- Peringatan Dini BMKG: Kab. Bogor dan Bekasi Waspada Hujan Lebat 11–12 Maret
- Pesan Berantai THR Ternyata Hoaks, Wiladatika Cibubur Diserbu Ojol Sejak Pagi
- Update Tragedi di Bantargebang, Korban Meninggal Bertambah
- Tips Mudik Aman Naik Mobil Bersama Balita


Leave a Comment