media-cibubur.com – Siapa yang menyangka? Harga emas yang sebelumnya diproyeksikan baru menembus Rp3 juta per gram pada akhir tahun, justru melakukannya jauh lebih cepat.
Dalam waktu sekitar 15 hari saja, harga emas melonjak dari Rp2.665.000 per gram menjadi Rp3.168.000 per gram.
Harga emas batangan di pasar domestik terus menunjukkan tren penguatan yang signifikan.
Pada perdagangan hari ini, Kamis, emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencetak harga tertinggi baru di level Rp3.168.000 per gram, naik sekitar Rp165.000 dari posisi sehari sebelumnya.
Kenaikan ini tidak hanya terjadi pada emas batangan, tetapi juga di segmen emas perhiasan yang ikut mencatat kenaikan harga.
Untuk emas perhiasan 24 karat, harga kini berada di kisaran Rp2,504 juta per gram, mencerminkan peningkatan permintaan terhadap logam mulia tersebut.
Harga Emas Antam Per 29 Januari 2026
- Emas batangan Antam: Rp3.168.000 / gram (harga jual)
- Buyback / jual kembali: sekitar Rp2,989,000 / gram
(Kenaikan ini merupakan rekor terbaru sepanjang sejarah perdagangan emas domestik.)
Data harga tersebut dipantau dari laman resmi Logam Mulia Antam dan menunjukkan tren kenaikan beberapa hari terakhir di tengah ketidakpastian pasar global.
Faktor Dorong Kenaikan Harga Emas
Kenaikan harga emas domestik tak lepas dari pergerakan harga emas global yang terus mengalami tren penguatan.
Harga emas dunia mencatat lonjakan signifikan di pasar internasional, dengan logam mulia mencapai level tertinggi di atas US$5,500 per ons troi dalam perdagangan global.
Hal ini mendorong harga emas fisik di Indonesia terus mengikuti tren tersebut.
Baca Juga : Harga Emas Kembali Naik, Apa Penyebabnya?
Para pelaku pasar dan analis mengamati bahwa investor global semakin beralih ke aset aman (safe haven) seperti emas di tengah kondisi ekonomi dan geopolitik yang masih penuh ketidakpastian.
Kelemahan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang lain juga turut memperkuat daya tarik emas sebagai instrumen investasi alternatif.
Permintaan Investor dan Tren Global
Permintaan emas dari investor ritel maupun institusi internasional semakin meningkat. Di beberapa pasar emas dunia, harga logam mulia tersebut terus naik akibat aliran modal yang mencari perlindungan terhadap volatilitas pasar saham dan tekanan inflasi global.
Emas kini bukan hanya dilihat sebagai komoditas, tetapi juga sebagai alat diversifikasi risiko dalam portofolio investasi.
Banyak analis juga melihat bahwa tren kenaikan harga emas masih berlanjut dalam jangka pendek dan menengah.
Faktor ketidakpastian kebijakan moneter di sejumlah negara besar dan meningkatnya tensi geopolitik membuat sentimen positif terhadap emas tetap kuat.
Apa Artinya Bagi Investor Lokal?
Bagi investor di Indonesia, lonjakan harga emas ini mencerminkan peluang dan risiko sekaligus. Di satu sisi, harga emas yang tinggi membuka kesempatan bagi pemegang emas untuk merealisasikan keuntungan melalui sell high.
Di sisi lain, calon investor perlu mempertimbangkan biaya masuk yang kini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Para pakar keuangan menyarankan agar investor melakukan analisis fundamental terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan.
Emas dinilai tetap menjadi instrumen lindung nilai jangka panjang yang cukup efektif dalam menghadapi risiko inflasi dan gejolak pasar global.
Baca Artikel Lainnya :
- Final Liga Champions 2026 Panas, PSG VS Arsenal Siap Saling Hancurkan di Budapest
- Gunung Putri Bersiap Hadapi Macet Panjang Usai Jembatan Wika Direnovasi.
- MasjidCloud, Aplikasi Kelola Dana Masjid Secara Modern
- Mobil di Atas 1.400 CC Dilarang Isi Pertalite Mulai 1 Juni 2026 ?
- Hotel Ciputra Cibubur Gelar Acara Talk Show Untuk Rayakan Ulang Tahun Hotel


Leave a Comment