Media-cibubur.com – Rencana evaluasi tarif Transjabodetabek mulai menjadi perhatian warga di wilayah penyangga Jakarta termasuk Cibubur. Banyak pekerja yang setiap hari pergi ke Jakarta kini khawatir tarif murah Rp3.500 tidak lagi dipertahankan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai mengkaji perubahan sistem tarif Transjabodetabek. Langkah itu dilakukan karena nilai subsidi transportasi diperkirakan mencapai Rp401 miliar pada tahun 2026.
Selama ini layanan transportasi murah menjadi pilihan utama masyarakat komuter. Banyak warga memilih naik transportasi umum karena lebih hemat dibanding membawa kendaraan pribadi ke Jakarta.

Tarif Berbasis Jarak Sedang Dikaji
Pemprov DKI Jakarta mempertimbangkan penerapan tarif berbasis jarak. Sistem tersebut dinilai lebih sesuai dengan panjang perjalanan penumpang.
Dengan skema baru itu, penumpang jarak dekat kemungkinan tetap membayar murah. Sementara perjalanan lebih jauh berpotensi dikenakan tarif lebih tinggi.
Rencana ini muncul karena semakin banyak trayek yang melayani perjalanan panjang dari wilayah penyangga menuju pusat ibu kota.
Gubernur DKI Jakarta juga menyoroti rute Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta. Menurutnya, tarif Rp3.500 untuk trayek panjang sulit dipertahankan.
Pemerintah tetap ingin memberikan subsidi transportasi kepada masyarakat. Namun penggunaan anggaran disebut perlu lebih tepat sasaran.

Pengeluaran Bertambah
Bagi warga di wilayah penyangga Ibukota, transportasi umum murah sangat membantu aktivitas harian. Banyak pekerja menggunakan layanan tersebut setiap hari untuk pergi dan pulang kerja.
Saat ini masyarakat juga masih menghadapi kenaikan berbagai kebutuhan lain. Harga pangan, biaya sekolah, dan kebutuhan rumah tangga disebut terus meningkat.
Sejumlah warga berharap tarif transportasi tetap terjangkau. Ada pula yang meminta pemerintah menunda rencana kenaikan tersebut.
Banyak pekerja di Cibubur, Bekasi, Depok, dan Bogor sangat bergantung pada transportasi umum murah. Mereka berharap pemerintah lebih berhati-hati sebelum mengambil keputusan.
Melihat beberapa fakta diatas, apakah kebijakan kenaikan tersebut tetap akan dilaksanakan saat ini?
Baca Artikel Lainnya :
- Spot Lari Sore di South CBD Kota Wisata Semakin Ramai
- Semarak Muharram Dibuka Meriah, Kajian Koh Dennis Lim Dipadati Jamaah
- Siapa Penantang Spanyol di Partai Final, Apakah Inggris atau Argentina?
- Prancis vs Spanyol, Final Yang Datang Terlalu Cepat di Piala Dunia 2026
- Meriahkan Tahun Baru Islam di Masjid Al Ittihad Legenda Wisata


Leave a Comment