media-cibubur.com – Pembangunan feeder LRT Cibubur–Cileungsi akhirnya memasuki tahap baru. Kini proyek penghubung antara Stasiun LRT Harjamukti di Cibubur dan kawasan Mekarsari di Cileungsi resmi memulai studi kelayakan atau feasibility study.

Langkah penting ini ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama antara pemerintah, investor, dan pengembang proyek.
Penandatanganan tersebut menjadi tanda bahwa proyek transportasi massal yang sempat lama dibicarakan ini mulai bergerak nyata di lapangan.
Proyek Tanpa Dana APBN
Menariknya, pembangunan feeder LRT ini tidak menggunakan dana dari APBN. Seluruh pembiayaan akan berasal dari pihak swasta melalui skema kerja sama investasi.
Investor lokal sudah menyampaikan Letter of Intent atau LoI untuk ikut mendanai proyek yang nilainya diperkirakan mencapai Rp6,6 triliun.
Rencananya, jalur sepanjang 11,5 kilometer ini akan menghubungkan kawasan Mekarsari–Cileungsi dengan LRT Harjamukti di Cibubur.
Moda Skytrain, Bukan Kereta Rel Biasa
Berbeda dari LRT Jabodebek yang berjalan di atas rel, moda yang akan digunakan untuk jalur pengumpan ini adalah skytrain atau kereta gantung.

Konsepnya disebut Suspended String Light Rail Transit (SSLRT), yakni sistem rel gantung modern yang akan membawa penumpang dari Bogor Timur langsung ke simpul LRT Harjamukti.
Harapan Besar untuk Atasi Kemacetan
Pemerintah daerah dan sejumlah pihak menilai proyek ini akan membawa banyak manfaat.
Feeder ini diharapkan bisa mengurangi kemacetan parah di jalur Cibubur–Cileungsi-Jonggol.
Proyek ini juga diyakini akan meningkatkan konektivitas, mempercepat waktu tempuh warga menuju Jakarta, serta memacu pertumbuhan ekonomi kawasan Bogor Timur.

Tahap Awal yang Penuh Harapan
Meski masih dalam tahap studi kelayakan, penandatanganan komitmen ini menunjukkan bahwa rencana pembangunan feeder LRT kini semakin dekat menjadi kenyataan.
Dengan dukungan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, proyek ini diharapkan dapat menjadi solusi transportasi baru bagi warga Cibubur dan Cileungsi.
Tak hanya itu, proyek ini sekaligus mengubah wajah mobilitas di Bogor Timur menuju sistem yang lebih modern dan efisien.
Baca Artikel Lainnya :
- Matchday 3 Piala Dunia 2026, Drama Perebutan Tiket Babak Gugur Dimulai
- Klasemen Sementara Piala Dunia 2026
- Akses Mudah Jadi Daya Tarik, Ini Untung Rugi Punya Rumah Dekat Tol dan LRT
- Rasakan Sensasi Nobar Piala Dunia 2026 di T-Bene Social Coffee & Kitchen dengan Lisensi Resmi dan Promo Spektakuler
- Belum Jadi, Jembatan Gantung Darurat Gunungputri Longsor


Leave a Comment