media-cibubur.com – Memasuki hari ke-6 Ramadan 1447 H, harga cabai rawit merah masih menjadi sorotan warga Cibubur dan sekitarnya. Kebutuhan dapur yang meningkat selama bulan puasa belum diikuti penurunan harga yang berarti di pasar.
Pantauan di sejumlah pasar kawasan Cibubur hari ini menunjukkan harga cabai rawit merah masih bertahan tinggi. Di tingkat pedagang eceran, komoditas ini dijual pada kisaran Rp110.000 hingga Rp135.000 per kilogram.
Jika dibandingkan dengan kondisi sebelumnya, lonjakan ini terlihat cukup tajam. Pada awal Februari 2026, harga cabai rawit merah secara nasional masih berada di kisaran Rp60.000–Rp80.000 per kilogram. Artinya, harga di pasar saat ini masih berada jauh di atas level normal beberapa pekan lalu.

Warga Mulai Menahan Belanja
Kenaikan harga mulai memengaruhi pola belanja warga. Sejumlah pembeli mengaku mengurangi volume pembelian cabai dan memilih membeli seperlunya.
Pedagang juga merasakan perubahan perilaku konsumen. Meski Ramadan biasanya mendorong lonjakan permintaan, transaksi cabai rawit tidak meningkat signifikan karena harga sudah telanjur tinggi.
Situasi ini menunjukkan tekanan nyata pada daya beli rumah tangga.
Pasokan Belum Sepenuhnya Normal
Pelaku pasar menilai pasokan cabai rawit merah memang mulai masuk, tetapi belum cukup untuk menekan harga. Dampak musim hujan sebelumnya masih terasa pada produksi dan distribusi.
Alur pasok dari sentra produksi ke wilayah Jabodetabek disebut membaik, namun berlangsung bertahap. Karena itu, penurunan harga berjalan lambat dan belum menyentuh level yang diharapkan konsumen.
Selama pasokan belum benar-benar melimpah, harga diperkirakan masih fluktuatif hingga pertengahan Ramadan.

Baca Juga : Babak Baru Polemik Cluster Virginia, Pemkab Bogor Turun Tangan
Seruan Harga Stabil, Realitas Pasar Berbeda
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya meminta agar harga kebutuhan pokok tetap terkendali selama Ramadan. Arahan tersebut menekankan pentingnya menjaga daya beli masyarakat di tengah meningkatnya konsumsi.
Namun fakta di lapangan menunjukkan pekerjaan rumah masih besar. Harga cabai rawit merah di pasar tetap tinggi, bahkan setelah berbagai klaim stok aman disampaikan pemerintah.
Di titik ini, peran kementerian teknis sebagai pembantu presiden semestinya lebih terlihat nyata di lapangan. Upaya pengendalian harga tidak cukup hanya melalui pernyataan atau kehadiran dalam agenda seremonial.
Koordinasi distribusi, operasi pasar yang tepat sasaran, hingga pengawasan rantai pasok perlu diperkuat secara konsisten.
Tanpa langkah konkret dan terukur, seruan menjaga harga berisiko hanya menjadi imbauan di atas kertas, sementara masyarakat tetap menghadapi harga tinggi di pasar.
Solusi Mandiri: Tanam Cabai di Rumah
Di tengah harga cabai yang masih pedas, warga Cibubur bisa menekan pengeluaran dengan menanam cabai sendiri di pekarangan atau atap rumah.

Media tanamnya sederhana, cukup memanfaatkan botol minuman bekas secara vertikal.
Cabai rawit relatif mudah dirawat dengan sinar matahari dan penyiraman rutin. Jika dilakukan lebih luas oleh warga, cara ini setidaknya bisa membantu mengurangi ketergantungan pada pasar saat harga masih tinggi.
Cek informasi lain di : https://twitter.com/themediacibubur
Baca Artikel Lainnya :
- Empat Besar Liga Champions Terbentuk, Duel PSG vs Bayern Dinantikan
- Sinar Mas Land Ambil Alih Harvest City, Perubahan Pesat Dinantikan
- Narogong Cileungsi Diperbaiki, Kemacetan Tak Terhindarkan
- Modus Pecah Kaca Marak di Cibubur, Waspadalah!
- Cuaca Ekstrem Hantam Cibubur dan Sekitarnya, Pohon dan Papan Reklame Tumbang


Leave a Comment